Manfaat Akupuntur untuk Terapi Hormonal

DokterSehat.Com – Menurut sebuah jurnal kesehatan yang dipublikasikan beberapa waktu yang lalu, dikatakan bahwa terjadinya gangguan fungsi hormonal yang terjadi di dalam tubuh, utamanya saat memasuki usia lanjut, sebenarnya berkaitan erat dengan penurunan kondisi kesehatan tubuh secara umum.



Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila gangguan kesehatan banyak terjadi ketika seseorang memasuki usia lanjut dimana fungsi kelenjar endokrin yang mengendalikan enzym dan hormon mengalami regresi atau penurunan kemampuan, sehingga penggunaan terapi hormonal biasanya disarankan sebagian besar ahli medis agar kondisi kesehatan tubuh tetap terjaga.

Menurut berbagai sumber, dikatakan bahwa terapi hormonal dapat dilakukan melalui berbagai cara mulai dari konsumsi oral, injeksi atau memperbanyak konsumsi vitamin dan mineral. Satu jenis terapi lain yang bisa dipertimbangkan adalah penggunaan akupuntur untuk terapi hormonal yang mengutamakan rangsangan atau stimulasi pada area tri pemanas, jantung, hati, limfe serta ginjal yang terdapat pada meridian telapak kaki dan tangan, telinga, kepala dan muka serta titik umum.

Manfaat da keuntungan

Berikut beberapa manfaat dan keuntungan penggunaan akupuntur untuk terapi hormonal dibandingkan penggunaan hormon sintesis secara oral ataupun injeksi sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu :

  • Tanpa efek samping
    Walaupun sebagian besar terapi hormonal yang dilakukan lewat injeksi atau konsumsi oral sering dikatakan aman, namun tetap saja penggunaan hormon sintesis dalam jangka panjang juga rentan menimbulkan efek samping pada organ lambung, ginjal hingga kelenjar limfe.
  • Ginjal
    Selain terjadinya penurunan kinerja organ pencernaan, kinerja organ ekskresi atau pengeluaran racun dan sampah tubuh yang berpusat di ginjal juga sudah mengalami regresi, sehingga konsumsi hormon secara oral juga memperberat kinerja ginjal.
  • Lambung
    Konsumsi hormon sintesis secara oral pada usia lanjut sebenarnya dapat memperbesar resiko terjadinya gangguan pada organ pencernaan seperti lambung dan usus. Pada usia lanjut, kemampuan lambung untuk mencerna asupan makanan atau obat-obatan juga sudah mengalami penurunan.