Mana yang Lebih Berbahaya, Rokok Biasa, Vape, Atau Shisha?

DokterSehat.Com– Jumlah perokok yang ada di Indonesia sangatlah tinggi. Tak hanya orang dewasa, semakin banyak anak-anak dan remaja yang kini ikut-ikutan merokok. Hanya saja, tren menggunakan rokok kini mulai bergeser menjadi memakai vape atau rokok elektronik dan shisha yang dianggap lebih gaul. Sebenarnya, mana yang lebih berbahaya dari ketiga benda tersebut?

doktersehat-vaping-rokok-elektronik

Pakar kesehatan Niken Wastu Palupi yang merupakan Kasubdit Pengendalian Kanker Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa baik shisha ataupun vape ternyata memiliki tingkat bahaya yang sama dengan rokok konvensional. Kerap menggunakannya akan memicu gangguan pernafasan, iritasi, dan meningkatkan risiko terkena kanker paru. Bahkan, bagi para perokok pasif yang hanya kebagian asap dari ketiga benda tersebut dan tidak menikmatinya, risiko untuk terkena masalah kesehatan tetaplah tinggi.

Kemenkes sendiri mengaku jika hingga saat ini, belum ada regulasi untuk mengendalikan vape atau shisha karena memang masih dalam proses pembahasan. Namun, pakar kesehatan sepakat jika ketiga benda ini berbahaya bagi kesehatan. Nahkan, Niken menyebutkan bahwa rokok bisa digolongkan sebagai narkoba dengan tingkatan kecanduan paling rendah.

Saat ditanya tentang pendapatnya tentang vape, Niken berkata bahwa benda ini sama saja dengan rokok. Hanya saja, vape memiliki rasa lebih enak karena adanya ekstrak dari buah atau rasa lainnya. Yang menjadi masalah adalah, di dalam vape ini terdapat kandungan beracun dan dopamine yang bisa menyebabkan kecanduan.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya peraturan kawasan tanpa rokok di berbagai tempat sebaiknya semakin diperketat, termasuk bagi para pengguna vape atau shisha. Dengan melakukan hal ini, diharapkan kita bisa menekan jumlah perokok pasif sehingga menurunkan jumlah penderita masalah kesehatan yang disebabkan oleh rokok.