Malas Menghabiskan Obat Membuat Kita Mudah Jatuh Sakit

DokterSehat.Com– Cukup banyak orang yang tidak menghabiskan obat karena berpikir jika sakit yang Ia derita sudah sembuh dan tidak akan membutuhkan obat-obatan tersebut lagi. Padahal, menurut pakar kesehatan, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita.

doktersehat-obat-Kompleks-Tuberous-Sclerosis

Pakar kesehatan dr. Ariani Dewi Widodo, SpA yang berasal dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita berkata bahwa andai kita tidak menghabiskan obat karena berpikir jika kita sudah sembuh, maka kita pun akan mengkonsumsi obat tidak sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Andai hal ini terjadi, kuman atau virus yang menyebabkan penyakit dan seharusnya bisa dilawan oleh obat-obatan ini justru akan menjadi semakin kuat.

Obat yang sebaiknya kita habiskan adalah yang berjenis antibiotik. Antibiotik sendiri biasanya diberikan oleh dokter dengan dosis yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang untuk menyembuhkan penyakit sehingga sebaiknya tetap dihabiskan meskipun seseorang sudah merasa sangat sehat dan bugar. Jika obat ini dikonsumsi lebih sedikit dari seharusnya, maka virus penyebab penyakit akan semakin kuat dan pada akhirnya membuat kita menjadi lebih mudah jatuh sakit. Yang menjadi masalah adalah, penyakit yang disebabkan oleh kuman atau virus tersebut akan menjadi lebih sulit untuk disembuhkan ke depannya.

Menurut dr. Ariani, kebiasaan masyarakat untuk tidak menghabiskan obat membuat kini semakin banyak orang yang lebih mudah jatuh sakit. Selain itu, perkembangan teknologi membuat semakin banyak orang yang kurang bergerak dan tidak lagi menerapkan gaya hidup sehat sehingga berimbas pada semakin melemahnya sistem kekebalan tubuh seseorang.

Tak hanya menghabiskan obat antibiotik, ada baiknya kita juga tidak secara sembarangan membeli antibiotik tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu sebelum menyembuhkan penyakit. Jika kita mengkonsumsinya dengan dosis yang berlebihan atau kurang, bisa jadi penyakit ini tidak akan mudah sembuh atau kita akan lebih mudah terkena penyakit di masa depan.