Malaria – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Malaria adalah penyakit pada sel darah merah yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan ke manusia oleh nyamuk Anopheles. Setelah manusia digigit nyamuk, parasit berkembang biak di liver (hati) manusia sebelum menginfeksi dan menghancurkan sel-sel darah merah. Penyakit ini dapat dikontrol dan diobati jika didiagnosis sejak dini. Sayangnya, hal ini tidak mungkin di beberapa daerah di dunia kurang dalam fasilitas medis, di mana wabah malaria dapat terjadi. Pada saat ini, vaksin untuk penyakit ini masih belum ditemukan.

doktersehat-malaria-nyamuk-anopheles-plasmodium-chikungunya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mentargetkan untuk mengurangi kasus dan kematian malaria sebesar 90% pada tahun 2030. Malaria pertama kali ditemukan menjadi penyakit parasit di 1880. Diperkirakan 3,3 miliar orang di 97 negara beresiko malaria, hampir setengah dari populasi dunia. Tingkat insiden malaria diperkirakan telah turun 30% secara global pada tahun 2000-2013, sementara tingkat kematian diperkirakan turun sebesar 47% di seluruh dunia.

Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh gigitan dari nyamuk Anopheles betina yang di dalam tubuhnya terkandung parasit Plasmodium. Anopheles adalah satu-satunya nyamuk yang dapat menyebabkan malaria.  Keberhasilan parasit untuk berkembang di dalam tubuh nyamuk tergantung pada beberapa faktor, terutama faktor kelembaban dan suhu nyamuk.

Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia, parasit memasuki aliran darah, dan menjadi aktif dalam hati. Untuk 5-16 hari selanjutnya setelah tergigit, manusia yang tergigit akan mulai menunjukkan gejala. Parasit malaria baru kemudian dilepaskan kembali ke dalam aliran darah dari hati menuju sel darah merah dan mulai berkembang biak. Beberapa parasit ini ada yang tetap di hati dan tidak dilepaskan pada waktunya nanti. Ketika dilepaskan di waktu yang ditentukan itu, itulah yang disebut dengan kekambuhan (relaps).

Ada lebih dari 100 jenis Plasmodium namun para ilmuwan telah mengidentifikasi lima jenis Plasmodium yang secara khusus mampu menginfeksi manusia:

    1. P. falciparum – berada di seluruh dunia, tapi mayoritas di Afrika. Diperkirakan 1 juta orang terbunuh karena strain ini setiap tahunnya. Strain ini dapat berkembang biak dengan cepat menjadi malaria berat, misalnya hingga menyerang otak. Namun, strain ini tidak mampu relaps.
    2. P. vivax – terletak di Amerika Latin, Afrika, dan Asia, terbanyak di Asia. Strain ini memiliki stadium aktif yang di hati yang dapat mengaktifkan dan menyerang darah setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, yang disebut dengan relaps/kambuh.
    3. P. ovale – terletak terutama di daerah Afrika Barat itu, secara biologis dan morfologi sangat mirip dengan P. vivax. Strain ini mampu menyerang golongan darah Duffy negatif, yang merupakan golongan pada mayoritas penduduk sub-Sahara Afrika. Ini menjelaskan bahwa prevalensi strain ini (bukan P. vivax) sebagian besar di Afrika.
    4. P.  malariae – terletak di seluruh dunia dan satu-satunya parasit malaria yang aktif setiap 3 hari. Jika tidak diobati, P. malariae dapat menyebabkan infeksi kronis yang dapat bertahan seumur hidup.
    5. P. knowlesi – terletak di Asia Tenggara, diketahui memiliki siklus 24 jam dan, oleh karena itu, dapat berkembang biak dengan cepat sekali pasien. Kasus yang fatal dari strain ini juga dilaporkan.
Baca Juga:  Hepatitis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Gejala
Menurut CDC, gejala malaria dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, sederhana dan berat.

Malaria tanpa komplikasi didiagnosis bila terdapat gejala tanpa ada tanda-tanda klinis atau laboratorium untuk menunjukkan keparahan atau disfungsi organ vital. Individu yang menderita dapat mengalami suatu malaria berat jika malaria sederhana ini tidak diobati, atau jika mereka tidak ada kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Malaria berat didefinisikan oleh bukti klinis atau laboratorium adanya disfungsi atau kegagalan organ vital. Tipe ini cenderung menjadi fatal jika tidak diobati. Gambaran umum dari gejala adalah:

  • Demam dan menggigil
  • Gangguan kesadaran hingga koma
  • Kejang
  • Gangguan pernapasan
  • Perdarahan abnormal, seperti anemia
  • Ikterus klinis dan bukti disfungsi organ vital

Diagnosis
Diagnosis dini malaria sangat penting. Setiap individu yang menunjukkan tanda-tanda dan gejala penyakit ini harus segera diuji. WHO sangat merekomedasikan pemeriksaan parasitologi dengan mikroskop atau tes diagnostik cepat (RDT/rapid diagnostic test). Pemilihan metode ini, tentu saja, tergantung pada fasilitas medis yang tersedia. RDT lebih populer di seluruh dunia karena cepat dan mudah.

Pengobatan
Jika tidak diobati, penyakit ini dapat berakibat fatal. Meskipun banyak langkah telah dilakukan, vaksin untuk penyakit ini masih belum ditemukan. Namun, penyakit ini bisa diobati. Tujuan dari pengobatan adalah untuk menghilangkan parasit Plasmodium dari aliran darah pasien. Dengan demikian, risiko penularan penyakit dapat berkurang.

Terapi kombinasi artemisinin (ACT) direkomendasikan oleh WHO untuk mengobati malaria. Artemisinin berasal dari tanaman Artemisia annua, dan dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi jumlah parasit Plasmodium dalam aliran darah dengan cepat. ACT adalah artemisinin dikombinasikan dengan obat lain sebagai obat mitra. Peran artemisinin adalah untuk mengurangi jumlah parasit dalam tiga hari pertama sedangkan obat mitra menghilangkan sisanya.Kombinasi ACT adalah pengobatan lini pertama. Untuk pengobatan lini kedua dan untuk ibu hamil serta anak-anak, kina dan obat mitranya lebih direkomendasikan. (dr. Ursula Penny)