Makanan Pedas atau Panas Bisa menghambat Pertumbuhan Kanker

DokterSehat.com – Jahe dikenal berkhasiat menghangatkan badan dan mengatasi rasa mual. Tapi, sebuah penelitian menemukan bahwa jahe bermanfaat untuk mengobati kanker rahim.  Para peneliti menemukan bahwa jahe mampu mematikan sel kanker rahim. Selain itu, jahe juga mampu menghindarkan sel kanker rahim dari kekebalan terhadap perawatan secara konvensional.



Pada penelitian tersebut, bubuk jahe yang sudah dilarutkan diujikan pada sel kanker rahim. Hasilnya, jahe diketahui dapat menyebabkan kematian pada semua bentuk sel kanker rahim yang diuji. Dalam membunuh sek kanker jahe melakukan dua cara yakni proses apoptosis dan autophagy. Apoptosis merupakan proses penghancuran sel kanker dengan sendirinya. Sementara autophagy mengakibatkan sel menyerang atau memangsa diri sendiri (sesama sel kanker).

Jahe juga efektif mengendalikan peradangan terutama peradangan yang mengakibatkan berkembangnya sel kanker rahim. Para peneliti menduga penghentian reaksi peradangan juga bisa menekan pertumbuhan sel kanker.

Seorang gynecologic oncology, Jennifer Rhode, M.D., menyatakan bahwa kemampuan jahe membunuh berbagai bentuk sel kanker sama atau bahkan lebih baik ketimbang obay kemoterapi yang biasa digunakan untuk merawat sel kanker rahim.

Dalam studi ini terdapat bukti bahwa berbagai makanan panas atau pedas mampu menghambat pertumbuhan kanker. Seperti halnya jahe, cabai juga mampu menyusutkan dan mengecilkan tumor pankreas. Meski begitu, penelitian ini masih menjadi langkah awal sehingga perlu dikaji lebih dalam lagi.

Kebanyakan penderita kanker mengalami resistensi terhadap kemoterapi standar, tindakan kemoterapi ini merupakan proses apotosis. Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi.

American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000 wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker ovarium.

Baca Juga:  Kenali Stadium pada Kanker Otak

Penelitian lain juga menemukan bahwa tikus yang diberi capsaicin, salah satu kandungan pada cabai maka sel kanker pankreasnya akan mati. Capsaicin membuat sel-sel kanker mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.