Hati-hati, Ibu Hamil Jangan Berlebihan Konsumsi 4 Makanan Khas Lebaran Ini

Makanan-tak-boleh-berlebihan-bumil-lebaran-doktersehat-1

DokterSehat.Com– Makanan khas lebaran apa yang menjadi favorit Anda? Berbagai sajian makanan khas yang umumnya hanya bisa kita peroleh dengan mudah saat lebaran tak ayal membuat banyak orang jadi mengonsumsinya berlebihan.

Meskipun hal tersebut sah-sah saja dilakukan, sayangnya hal ini harus dilakukan dengan sangat cermat, utamanya pada ibu hamil.

Sudah menjadi rahasia umum ya jika ibu hamil haruslah menjaga asupan makanan yang bergizi dan seimbang selama kehamilan. Kondisi ini tentu saja berlaku bagi ibu hamil saat tiba waktu makan di hari raya.

Sajian makanan khas hari raya yang beragam, membuat ibu hamil harus mewaspadai beberapa jenis makanan yang berisiko jika dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil.

Makanan yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil adalah makanan yang bisa menyebabkan kadar nilai darah maupun zat gizi dalam tubuh tidak terkontrol, mengganggu pencernaan hingga memengaruhi hidrasi dalam tubuh ibu.

Hal ini akan sangat menggangu kondisi kesehatan kehamilan.

Untuk itu, yuk kita simak makanan khas lebaran apa saja yang tidak boleh berlebihan dikonsumsi ibu hamil di bawah ini!

1. Masakan berbumbu pedas, misalnya gulai pedas atau sambal kentang hati

Gulai dan sambal kentang menjadi salah satu sajian yang banyak disajikan saat lebaran. Jika bumbu yang digunakan untuk masakan adalah bumbu yang cukup pedas, maka tentu hal ini sebaiknya dihindari konsumsinya oleh ibu hamil. Mengapa?

Sebagian besar sistem dalam tubuh ibu cenderung lebih sensitif, apalagi jika ibu telah melakukan puasa sebulan penuh.

doktersehat manfaat makan pedas
photo credit: Pexels
eh Ber

Langsung mengonsumsi makanan pedasa akan berisiko mengiritasi pencernaan hingga menyebabkan diare. Diare pada ibu hamil akan menyebabkan berkurangnya asupan gizi dalam tubuh ibu hingga meningkatkan risiko dehidrasi pada ibu hamil.

2. Camilan manis dan atau camilan kemasan, misalnya cokelat manis, kue kering manis atau keripik berbumbu

Makanan manis atau makanan kemasan, utamanya dalam kaleng yang banyak disajikan saat lebaran, haruslah dibatasi konsumsinya pada ibu hamil, ya.

Cokelat manis kerap disajikan dalam berbagai bentuk, misalnya cokelat kemasan, wafer, sebagai topping berbagai jajanan, atau kue kering. Jika konsumsinya tidak dikontrol maka tentu asupan gula harian ibu bisa jadi meningkat.

diabetes_cokelat_diabetes
Photo Source: Surya.co.id/Erwin Wicaksono

Selain itu, pada makanan kemasan, asupan natrium yang tinggi menjadi penting diperhatikan untuk mencegah tekanan darah yang meningkat pada ibu hamil.

Sebaiknya ibu hamil memilih camilan yang rendah gula buatan dan natrium, yaitu dengan memilih camilan yang segar misalnya buah, sayur atau kacang-kacangan.

3. Masakan bersantan kental atau dengan banyak minyak

Gulai, rendang hingga sambal kentang dengan udang, menjadi salah satu contoh masakan yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil.

doktersehat-sayur-santan-berbuka
Photo Credit: Flickr.com/dion gillard

Perlu diingat, bahwa dalam kondisi apapun, baik saat puasa, hamil maupun sedang lebaran porsi konsumsi makanan berlemak tidak boleh lebih dari 5-6 porsi dalam sehari ya. Angka 5-6 porsi minyak tersebut mencakup penggunaan minyak untuk camilan, jajanan, masakan ataupu lauk.

4. Minuman manis kemasan, misalnya minuman bersoda atau teh kemasan

Berbagai jenis minuman tentu banyak disajikan saat sedang bersilaturahmi ketika lebaran. Hal ini tak jarang membuat ibu hamil kerap lupa bahwa asupan gula harian juga tidak boleh berlebihan.

doktersehat-minuman-soda

Dalam satu porsi minuman kemasan yang tidak rendah gula, lazimnya kita sudah mampu memenuhi hampir separuh konsumsi gula harian tubuh. Bayangkan jika ibu mengonsumsi lebih dari 2 atau 3 porsi minuman manis kemasan dalam sehari, tentu asupan gula jadi berlebihan, bukan?