Makanan Ini Sebaiknya Rutin Dikonsumsi Penderita Rematik

DokterSehat.Com– Dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Brigham and Women’s Hospital yang ada di Amerika Serikat, disebutkan bahwa mereka yang menderita rematik atau arthritis rheumatoid ternyata sebaiknya sering-sering mengkonsumsi ikan. Ikan yang memiliki rasa yang enak dan bisa diolah menjadi berbagai masakan lezat ini ternyata mampu menurunkan pembengkakan atau masalah persendian pada penderita masalah kesehatan tersebut.

doktersehat-sakit-kaki-keseleo-mata-kaki

Menurut penulis utama dari penelitian ini, Sara Tadeschi, disebutkan bahwa jika penderita rematik rutin mengkonsumsi ikan setidaknya dua kali dalam sepekan, maka Ia cenderung lebih jarang merasakan sakit jika dibandingkan dengan penderita rematik yang tidak rutin mengkonsumsi ikan. Hal ini berarti, konsumsi ikan sepertinya memang bisa menurunkan rasa sakit pada pasien rematik dan membuat kualitas hidup mereka menjadi lebih baik.

Dalam penelitian ini, Tadeschi dan timnya berhasil mengungkapkan manfaat sehat dari kandungan di dalam ikan bernama asam lemak omega-3. Kandungan yang biasanya disebut-sebut mampu membuat otak menjadi lebih cerdas ini ternyata juga memiliki sifat anti peradangan sehingga mampu memberikan efek kesehatan bagi mereka yang menderita rematik.

Penelitian yang hasilnya kemudian dipublikasikan dalam jurnal kesehatan berjudul Arthritis Care and Resarch ini sendiri dilakukan dengan cara menganalisa kebiasaan makan dan rasa sakit yang dirasakan oleh 176 orang yang menderita rematik atau arthritis rheumatoid. Para peneliti kemudian mencari tahu apa dampak dari kebiasaan mengkonsumsi ikan-ikanan layaknya ikan tuna, ikan sarden, atau ikan salmon yang diolah dengan cara dikukus, dipanggang, atau bahkan dikonsumsi secara mentah. Hasilnya adalah, konsumsi ikan-ikanan tersebut memang bisa memberikan efek positif bagi kesehatan para penderita rematik tersebut. Para peneliti sendiri sengaja tidak memperhitungkan konsumsi ikan yang digoreng karena cara pengolahan makanan ini membuat kandungan asam lemak omega-3 pada ikan menurun dengan drastis.