Makanan Berserat Kaya Manfaat

Doktersehat.com-  Makanan berserat adalah makanan yang mengandung serat di mana tubuh tidak dapat mencerna atau menyerapnya.

doktersehat-sehat-makanan-oatmeal-jantung-aple-stetoskop-serat

Karena tidak dapat dicerna oleh bagian pencernaan dalam tubuh, serat makanan ini tidak akan menghasilkan energi atau kalori bagi tubuh. Serat, banyak ditemukan pada buah, sayur, kacang-kacangan, padi-padian, agar-agar, dan gandum.

Serat makanan tidak dapat diserap dalam usus halus. Karena itu, serat tidak akan memasuki saluran darah. Walau tidak mudah dicerna tubuh, serat ternyata memiliki peranan penting dalam tubuh.

Serat ini akan dibawa oleh usus halus menuju usus besar dengan gerak peristaltik usus. Keberadaan serat dalam usus besar akan membantu proses metabolisme dalam usus besar.

Inilah beberapa mengapa kita perlu mengonsumsi makanan berserat, seperti; buah-buahan, sayur-mayur, roti gandum, atau kacang-kacangan:

1) Mampu mengatasi diabetes. Serat larut membantu memperlambat pemecahan dan penyerapan glukosa, meskipun hormon insulin penderita diabetes jumlahnya terbatas, mengimbangi melayani glukosa yang beredar dalam darah.

2) Mencegah Sembelit. Bagi yang lebih banyak menyantap makanan olahan pabrik dan kurang mengkonsumsi makanan berserat mengakibatkan kesulitan mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh. Konsumsilah cukup serat agar bab (buang air besar) lancar.

3) Menurunkan berat badan. Makanan berserat memiliki tingkat lemak yang rendah, secara otomatis meminimalisir total asupan yang dikonsumsi. Makanan berseratpun menyita banyak ruang dalam lambung sehingga cepat menimbulkan rasa kenyang, tidak diganggu rasa lapar makanya tidak sering2 ingin mengudap makanan.

4) Berkhasiat sebagai obat awet muda, sebab sayur-mayur dan buah-buahan kaya dengan antioksidan. Mampu melawan radikal bebas sebelum menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh. Sehingga bisa menghambat penuaan, juga merangsang pertumbuhan atau regenerasi jaringan.

5) Membantu proses detoksifikasi, serat memudahkan sisa makanan, sisa metabolisme yang dibuang pada waktunya tidak sampai terfermentasi oleh bakteri pembusuk. Bersamaan dengan gerakan maju mendorong di dalam usus, serat dalam sampah makanan sekaligus bekerja mengikis endapan kotoran yang terdapat pada dinding usus. Dengan demikian membantu proses detoks.

Baca Juga:  Mengenali Jenis-Jenis kontraksi Saat Hamil

6) Memperbaiki mood, selagi tidur, kondisi tubuh seolah sedang berpuasa singkat, kadar gula darah juga rendah. Makan makanan berserat seperti roti gandum atau nasi beras merah sebagai sarapan akan membantu membuat kadar gula dalam darah kita tetap stabil. Sehingga kita mendapat cukup energi sampai tiba waktu makan siang.

Hindari makan berlebihan makanan yang telah diproses di pabrik atau yang kadar gulanya tinggi, seperti biskuit, cake, kue bolu, atau minuman cola. Makanan semacam itu membuat tubuh langsung memproduksi gula darah dalam kadar tinggi, tapi sifatnya hanya sementara, Sehingga sesudahnya kita akan kembali merasa lesu.