Irritable Bowel Syndrome (IBS) – Makanan untuk Orang IBS

Iritable bowel syndrome awalnya dapat didiagnosis oleh penyedia layanan kesehatan primer Anda seperti dokter keluarga, dokter UGD, atau dokter umum. Dokter spesialis penyakit dalam khusus untuk penyakit gangguan pencernaan biasanya akan memberikan perawatan lebih lanjut. Dokter umum di unit gawat darurat dapat menjadi pilihan ketika Anda mengalami gejala IBS akut dan datang ke ruang gawat darurat di rumah sakit.

doktersehat-wanita-makan-salad-sayur-buah-tulang-gigi

Apakah ada makanan khusus untuk orang dengan irritable bowel syndrome (IBS)?
Perubahan diet dan gaya hidup penting dalam menurunkan frekuensi dan tingkat keparahan gejala IBS.

Hal pertama yang disarankan dokter Anda adalah mencatat makanan harian Anda, yang disebut dengan “food diary”. Ini akan membantu Anda mengetahui makanan yang memicu gejala Anda.

Batasi makanan yang mengandung bahan yang bisa merangsang usus dan menyebabkan diare, seperti:

  • Kafein
  • Alkohol
  • Produk susu
  • Makanan berlemak
  • Makanan tinggi gula
  • Pemanis buatan (sorbitol dan xylitol)

Beberapa sayuran (kembang kol, brokoli, kubis, kubis Brussel) dan kacang polong (kacang) dapat memperburuk kembung dan muntah sehingga perlu dihindari.

Diet serat tinggi bisa mengurangi gejala konstipasi (sembelit).

Minum banyak air, dan hindari minuman berkarbonasi seperti soda, yang bisa menyebabkan meningkatnya gas dan ketidaknyamanan pada perut.

Makan dengan porsi yang lebih sedikit dan perlahan untuk mengurangi kram dan diare.

Makanan rendah lemak dan tinggi karbohidrat seperti pasta, nasi, dan roti gandum bisa membantu (kecuali jika Anda menderita penyakit celiac).

Suplemen probiotik seperti lactobacillus acidophilus dapat membantu meringankan gejala IBS termasuk sakit perut, kembung, dan ketidakteraturan buang air besar.

Diet rendah FODMAP (Fermentable Oligo-saccharides, Di-saccharides, Mono-saccharides and Polyols), sekelompok karbohidrat rantai pendek, dapat membantu meringankan gejala IBS. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.