Makanan Apa Saja Yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi di Malam Hari?

DokterSehat.Com – Setiap orang tentu membutuhkan waktu tidur yang berkualitas dan cukup. Dengan tidur yang berkualitas, tubuh pun akan bangun dengan kondisi bugar sehingga lebih siap untuk melakukan banyak hal. Tidur yang berkualitas juga terbukti mampu menjaga tubuh terbebas dari berbagai racun mengingat pada saat waktu tidur inilah proses detoksifikasi racun berlangsung. Sayangnya, kadangkala kita tidak mampu mendapatkan waktu tidur yang cukup karena sulit terpejam dengan nyenyak. Dalam beberapa kasus, kesulitan mendapatkan waktu tidur yang nyenyak ini disebabkan oleh makanan yang kita konsumsi waktu makan malam.

shutterstock_304751963 copy

Pakar gizi dan kesehatan menyarankan kita untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki banyak zat yang bisa memicu tidur saat makan malam. Sebagai contoh, makanan layaknya daging kalkun memiliki kandungan triptofan yang akan berubah menjadi serotonin dan melatonin yang akan membantu tubuh mendapatkan tidur yang nyenyak. Segelas susu hangat juga akan sangat baik dalam membantu kita mendapatkan tidur yang berkualitas.

Terdapat pula beberapa makanan lain yang justru sebaiknya tidak kita konsumsi saat malam hari karena bisa membuat kita kesulitan mendapatkan tidur yang berkualitas. Sebagai contoh, banyak orang berpikir jika menenggak alkohol akan memudahkan kita terlelap dengan cepat. Memang, alkohol bisa memicu rasa kantuk dengan cepat, namun, efek berikutnya adalah tidur kita akan tidak nyenyak dan bahkan akan sering terbangun sehingga kita pun akan lesu dan pusing saat terbangun. Beberapa makanan yang bisa memberikan efek heartburn layaknya makanan pedas dan asam bisa menyebabkan perut tidak nyaman karena adanya sensasi terbakar karena naiknya asam lambung hingga tenggorokan. Minuman kopi atau minuman bersoda juga sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi menjelang tidur karena bisa menyebabkan efek heartburn yang sangat tidak nyaman.

Baca Juga:  Gangguan Emosi Bisa Bermasalah Besar Bagi Kehamilan

Pakar kesehatan juga menekankan jika kita harus memberi jeda dua hingga tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu dimana kita mulai tertidur. Waktu tersebut bisa membuat makanan akan tercerna dengan baik pada lambung dan bisa bergerak hingga usus kecil sehingga resiko terkena masalah naiknya asam lambung bisa diminimalisir. Jika kita makan terlalu mepet dengan waktu tidur, tubuh akan melepas hormon insulin yang akan berpengaruh besar dalam mengganggu ritme sirkadian dalam tubuh yang berpengaruh besar pada kualitas tidur kita.