Makan Siang Bisa Mempengaruhi Tingkat Kebahagiaan dan Kesehatan

DokterSehat.Com – Di hari kerja, kita tentu sering melihat banyak orang yang memilih untuk makan siang di meja kerja mereka alih-alih keluar dan mencari makan di warung atau kantin terdekat. Disamping karena alasan membawa bekal yang lebih sehat dari rumah, efisiensi biaya atau bahkan kesibukan pekerjaan yang membuat mereka tidak bisa beranjak dari meja kerja membuat pilihan makan di meja kerja menjadi masuk akal. Sayangnya, meskipun terlihat sepele, makan di meja kerja setiap hari bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Bagaimana hal ini bisa terjadi?



Dengan makan siang di meja kerja, pikiran kita justru akan tertuju pada layar komputer alih-alih tertuju pada makanan kita. Yang terjadi adalah makanan tidak bisa benar-benar dinikmati dan mood kita dalam menikmati makanan pun jauh terganggu dengan adanya pekerjaan atau kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Banyak pakar kesehatan yang berkata jika mereka yang makan siang di luar, setidaknya tidak di meja kerja, ternyata memiliki tingkat kebahagiaan yang jauh lebih tinggi dari mereka yang makan siang di meja kerja. Meskipun kita makan siang di area dapur kantor, kita telah berhasil mengalihkan pikiran kita ke mode istirahat sehingga kita bisa menikmati makanan atau dengan mengobrol dengan rekan kerja selama makan siang sehingga kita pun bisa meredakan stress.

Jika rumah kita dekat dengan tempat kerja, tak ada salahnya jika kita makan siang di rumah saja. Dengan makan di dalam rumah, pikiran kita berada di tempat yang cenderung nyaman sehingga saat kita kembali dari jam makan siang, kita akan berada dalam kondisi yang fresh sehingga pikiran kita pun akan lebih fokus untuk melakukan pekerjaan dengan benar.

Baca Juga:  Benarkah Seks Bisa Mencegah Datangnya Flu?

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Sussex menunjukkan bahwa karyawan yang makan siang di luar kantor ternyata mengalami peningkatan rasio kebahagiaan hingga 17,04 poin. Sementara itu, mereka yang makan siang di meja kerja justru mengalami penurunan rasa bahagia hingga 1,42 poin. Selain mengurangi rasa stress, dengan keluar dari kantor tubuh kita juga akan bergerak dan tidak hanya duduk seharian di depan meja kerja sehingga tentu membuat resiko terkena beberapa jenis penyakit bisa berkurang.