Makan Daging Babi, Cacing Pita Pemakan Otak Ditemukan di Mata Pria Ini

cacing-pita-doktersehat
Photo Credit: Daily Mail

DokterSehat.Com– Sebuah kasus mengerikan dialami oleh Sam Cordero, pria yang berasal dari Florida, Amerika Serikat. Ia harus menjalani operasi pengangkatan cacing pita parasit pemakan otak yang ditemukan di matanya demi mencegahnya terkena kebutaan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Sam menceritakan awal mula kejadian ini. Saat itu, Ia melihat sesuatu yang aneh pada pandangannya, yakni garis hitam yang panjang namun bergerak dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Ia pun segera memeriksakan kondisi ini ke dokter. Saat itulah Ia menyadari ada cacing pita yang sedang berusaha untuk bersarang di mata kirinya.

Kasus yang dipublikasikan dalam laporan berjudul Merck Manual of Diagnosis and Therapy ini disebut sebagai tainea solium atau taeniasis, infeksi cacing pita dewasa yang disebabkan oleh konsumsi daging babi yang sudah terkontaminasi cacing pita dengan nama brain-eating parasitic pork worm. Setelah daging babi ini dikonsumsi, maka cacing pita akan memasuki aliran darah untuk menuju otak atau bola mata. Untuk kasus yang dialami oleh Sam, cacing pita ini memasuki bagian vitreous mata, bagian belakang korena mata yang penuh dengan cairan.

Don Perez yang berasal dari Tampa General Hospital menyebutkan bahwa infeksi cacing pita ini bisa merusak otak, apalagi jika memakan otak atau bersarang hingga sistem saraf pusat. Otak yang berlubang akibat dimakan cacing ini akan menyebabkan kejang-kejang pada pasien.

Sam menduga jika cacing ini berasal dari daging babi yang dipesannya saat liburan Natal tahun 2017 lalu. Mengingat ukuran cacing ini sangatlah kecil, yakni 0,3 cm, dokter yang mengoperasinya mengalami kesulitan untuk mencari sekaligus mengangkatnya dari matanya.

Sam sangatlah beruntung karena jika tidak segera diangkat, cacing ini akan segera membuahi telur dalam jumlah ribuan dan jika sampai ini terjadi, ribuan larva cacing ini akan mengarah ke otaknya dan bisa membuat Sam buta atau bahkan kehilangan nyawa.