Makan 2 Sosis Per Minggu Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Payudara?

sosis-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Roberto Galarza Richle

DokterSehat.Com– Penelitian baru-bati ini memberikan beberapa bukti lebih lanjut tentang bahaya daging olahan, setelah menghubungkan konsumsi makanan jenis ini dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Photo Credit: Flickr.com/Roberto Galarza Richle

Dari analisis lebih dari 260.000 wanita, peneliti menemukan bahwa risiko kanker payudara meningkat lebih dari seperlima bagi mereka yang mengonsumsi lebih dari 9 gram daging olahan per hari, setara dengan sekitar dua sosis per minggu.

Namun, tim tidak menemukan kaitan antara asupan daging merah dan risiko kanker payudara.

Pemimpin studi Prof. Jill Pell, yang merupakan direktur Institute of Health and Wellbeing di University of Glasgow di Inggris Raya, dan rekan-rekannya baru-baru ini melaporkan temuan mereka di The European Journal of Cancer.

Daging olahan adalah makanan yang telah dimodifikasi untuk meningkatkan rasa atau memperpanjang umur simpannya. Sosis, bacon, hot dog, dan salami hanyalah beberapa contoh daging olahan.

Sementara makanan ini bisa menggoda selera, makanan tidak banyak membantu kesehatan kita. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015, mengkonfirmasi bahwa daging olahan meningkatkan risiko kanker kolorektal, sementara daging merah dianggap mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia. Kesimpulan ini berasal dari ulasan lebih dari 800 studi.

Penelitian sebelumnya juga menyarankan agar daging olahan dan daging merah dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Prof. Pell dan rekannya berusaha untuk belajar lebih banyak tentang hubungan ini dengan studi baru mereka.

Daging olahan dan kanker payudara
Penelitian ini melibatkan data sebanyak 262.195 wanita berusia 40-69 tahun. Semua wanita adalah bagian dari Biobank Inggris, yang merupakan studi kesehatan berkelanjutan terhadap 500.000 orang dewasa dari Inggris.

Prof. Pell dan tim menggunakan data ini untuk menghitung asupan daging merah dan olahan terhadap wanita, dan kejadian kanker payudara diidentifikasi melalui data pendaftaran kanker dan data masuk rumah sakit.

Sebanyak 4.819 wanita didiagnosis menderita kanker payudara selama 7 tahun masa tindak lanjut.

Dibandingkan dengan wanita yang memiliki asupan daging olahan paling rendah, mereka yang mengkonsumsi setidaknya 9 gram daging olahan per hari ditemukan memiliki risiko kanker payudara 21 persen lebih tinggi.

Tidak ada hubungan antara makan daging merah, seperti daging sapi dengan risiko kanker payudara.

Para peneliti kemudian menggabungkan analisis mereka dengan hasil dari 10 penelitian sebelumnya yang melihat asupan daging merah dan olahan serta risiko kanker payudara, yang memungkinkan mereka untuk menilai kaitannya pada 1,65 juta wanita.

Hal ini menunjukkan 9 persen peningkatan risiko kanker payudara pascamenopause dengan asupan daging olahan. Sekali lagi, tidak ditemukan kaitan antara asupan daging merah dan risiko kanker payudara.

Temuan ini tetap signifikan setelah memperhitungkan faktor makanan lainnya, juga faktor gaya hidup dan sosiodemografi dan berat badan.

Mengomentari hasil yang ditunjukkan, rekan penulis studi Naveed Sattar —yang bekerja di Institute of Cardiovascular and Medical Sciences di University of Glasgow, mengatakan:

“Selain efek daging olahan yang diketahui sebelumnya pada jenis kanker lainnya, ini menambahkan bukti lebih lanjut bahwa hal itu mungkin memiliki efek buruk pada kanker payudara, terutama pada wanita pascamenopause.”

Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.