Mahasiswi Ini Menemukan Metode Unik Mendeteksi Penyakit Dengan Memakai Algoritma

DokterSehat.Com – Mendeteksi sebuah penyakit adalah salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Namun, penemuan seorang mahasiswi dari Johns Hopkins University bernama Suchi Saria ini sepertinya akan menjadi hal yang sangat besar bagi dunia kesehatan, khususnya dalam memprediksi datangnya sebuah penyakit. Bagaimana tidak, Saria dan timnya justru menemukan sebuah cara unik untuk memprediksi sebuah penyakit dengan algoritma. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-kelainan-darah-anemia-Defisiensi-Besi

Mahasiswi yang masih berusia 33 tahun ini memang dikenal luas sebagai pecinta algoritma dan memiliki hobi di dalam bidang debugging kode dan menulis. Ia bahkan mampu melakukan hal-hal yang berkaitan dengan teknik komputer ini di atas kertas meskipun belum ada komputer yang bisa dipakai. Ia pun pada akhirnya melakukan sebuah penelitian yang mengembangkan sebuah algoritma dengan harapan mampu mendeteksi adanya syok septik, sebuah kondisi dimana tekanan darah menurun dan memiliki resiko membuat kematian mengingat adanya bakteri yang terkandung di dalam darah yang terjadi karena adanya infeksi. Penyakit ini sendiri bisa menyebabkan kegagalan organ secara tiba-tiba.

Dengan algoritmanya, Ia dan tim ternyata berhasil mendeteksi gejala awal dari penyakit syok septik yang sebelumnya sangat sulit untuk dideteksi. Ia sendiri mengaku harus meneliti data yang berasal dari 16 ribu lebih pasien yang berasal dari Boston Beth Israel Deaconess Medical Center dan berhasil mengidenfitikasi setidaknya 27 variabel output air seni yang ia gunakan untuk mengkalkulasikan sel darah putih. Data-data ini kemudian digunakan untuk membuat semacam alat khusus yang mampu membuat prediksi syok septik yang cukup akurat, yakni hingga 85 persen.

Tak hanya untuk penyakit syok septik, Ia dan timnya juga membuat sistem yang memprediksi kelahiran bayi premature yang tentu harus mendapatkan perhatian lebih dari pakar kesehatan. Dengan adanya penemuan-penemuan ini, diharapkan dokter bisa semakin baik dalam mendeteksi dan memantau pasien dan rasio keselamatan pun akan menjadi lebih besar dari sebelumnya.