Macam-Macam Penyakit Perut

doktersehat-sakit-perut

DokterSehat.Com– Aktivitas sehari-hari tentu sangat nikmat dilakukan dalam keadaan sehat. Namun, siapa pula yang dapat menahan datangnya penyakit, kecuali mencegahnya? Salah satu yang akrab dengan keseharian kita adalah sakit perut. Meskipun terdengar tidak berbahaya, namun jangan pernah remehkan sakit perut, karena ternyata segala penyakit berawal dan berhubungan dengan perut. Apa saja sih macam-macam sakit perut itu?

Macam-Macam Sakit Perut

Berikut tujum macam sakit perut yang perlu Anda Anda ketahui:

1. Maag

Gejala maag: Biasanya terasa nyeri di derah ulu hati, disertai keluhan lain seperti mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa – terutama ketika Anda lapar.

Penyebab maag: Penyakit perut ini bermacam-macam, bisa karena makanan, terutama makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, dan sawi. Atau bisa juga disebabkan minuman seperti kopi, alkohol, dan soda. Selain faktor makanan, maag bisa dihubungan dengan faktor stres, merokok, dan konsumsi obat-obat penghilang rasa sakit termasuk obat rematik.

Pengobatan maag: Sebenarnya obat-obatan anti-maag atau aobat sdakit perut yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejalanya. Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tapi jika rasa sakit itu tidak berkurang, barangkali Anda perlu menemui dokter. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung-makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Dan mulai sekarang, makanlah dengan teratur.

Baca juga: Perut Kembung Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung!

2. Batu empedu

Gejala batu empedu: Mereka yang memiliki batu pada kandung empedu biasanya merasakan nyeri ulu hati yang hilang timbul. Kadang kala, rasa nyeri itu seolah menjalar ke bagian belakang tubuh.

Penyebab baru empedu: Makanan berlemak atau bisa juga dikaitkan dengan kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Batu empedu adalah endapan kolesterol, bilirubin, atau garam kalsium lainnya yang terbentuk di kantung empedu atau di dekat saluran empedu.

Pengobatan batu empedu: Jika pada pemeriksaan dokter, yaitu dengan USG abdomen sudah dipastikan adanya batu pada kandung empedu, maka sebaiknya Anda harus dioperasi. Apalagi jika batu itu batu kalsium atau batu non-kalsium yang terlanjur membesar dan mengeras.

3. Usus buntu

doktersehat-kanker-usus-besar-stroke-Kolitis-Iskemik-nyeri-dada-Inkontinensia-Usus

Gejala usus buntu: Nyeri pada perut bagian kanan bawah. Biasanya disertai mual dan muntah, serta nyeri terus-menerus. Kadang kala, rasa nyerinya akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan Anda akan terasa tidak enak dan meriang. Akibat rasa sakit yang hebat, kadang kala Anda tak sadar untuk memegangi terus bagian perut bagian kanan bawah sambil mengaduh.

Penyebab usus buntu: Kuman atau bakteri yang masuk. Jadi jika Anda menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos.

Pengobatan usus buntu: Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu (apendisitis akut). Jika ya, barangkali Anda harus menginap di rumah sakit untuk operasi. Operasi merupakan cara terbaik karena jika masalah ini didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus tersebut pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya sangat fatal.

4. Kolera

Gejala kolera: Perut Anda seperti ditekan, merasa nyeri terutama di perut bagian bawah, lalu diikuti kejang otot perut. Perasaan mual dan muntah-muntah biasanya datang setelah mencret. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB.

Penyebab kolera: Kuman Vibrio cholerae yang punya nama lain Bacillus coma. Kuman ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang tercemar.

Pengobatan: Ganti cairan tubuh yang hilang dengan garam oralit. Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan penderita sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus.

Baca juga: Sakit Perut – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

5. Batu ginjaldoktersehat-batu-ginjal-kanker

Gejala batu ginjal: Nyeri pada perut kiri atau kanan bawah yang menjalar menuju penis. Jika batu ginjal ini menyerang, boleh jadi Anda akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa hebat akibat saluran kemih (yang mirip selang) akan meregang kuat akibat menahan air seni yang tak bisa keluar.

Penyebab batu ginjal: Batu di saluran kencing (batu ureter). Nyeri yang dirasakan hilang timbul dan intensitas rasa sakitnya akan makin bertambah hebat ketika Anda kebelet kencing.

Pengobatan batu ginjal: Sebenarnya penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat diminum untuk mengurangi rasa nyeri. Tapi tentu saja itu tergantung intensitas rasa sakitnya, jika terlalu hebat, pasrah saja. Pergi ke dokter merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan melalui suntikan. Atau jika batunya terlalu besar dan keras, maka prosedur operasi akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah pelajaran agar Anda rajin minum – terutama jika Anda bekerja di ruangan ber-AC.

6. Sembelit

Gejala sembelit: Nyeri pada perut yang hilang timbul, lokasinya berada di sekitar pusar. Nyeri ini muncul berkaitan dengan makanan yang Anda konsumsi atau akibat susah buang air besar (BAB).

Penyebab sembelit: Akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang makan sayur-sayuran. Pada kasus yang berat, jenis sakit perut ini bisa disebabkan karena adanya halangan mekanis pada usus seperti radang pada dinding usus, kanker, atau usus yang menonjol keluar.

Pengobatan sembelit: Obat pencahar diminum sebagai obat sakit perut. Sesuaikan dengan penyebab sembelitnya, jika penyebabnya kotoran terlalu keras, beli obat sakit perut atau obat pencahar yang melunakkan tinja, atau pilihlah obat pencahar yang membuat saluran pencernaan terasa penuh sehingga menimbulkan rangsangan untuk BAB, atau pilihlah pencahar yang bisa menyerap cairan.

7. Disentri

doktersehat-sakit-perut-haid-haids-mestruasi-radang-usus-buntu

Gejala disentri: Rasa mulas atau sakit perut barangkali hampir sama ketika istri Anda hendak melahirkan. Yang bikin kesal harus bolak-balik ke WC untuk BAB. Sehari mungkin Anda bisa 20 hingga 30 kali BAB, dan kotoran akan mencret serta berlendir. Terkadang, kotoran itu disertai darah.

Sakit perut: Sakit Perut Seperti Ini? Waspada Penyakit yang Lebih Serius

Penyebab disentri: Mengonsumsi makanan kotor yang telah terinfeksi kuman shigela disentri atau amuba usus.

Pengobatan disentri: Untuk mengobatinya, terlebih dahulu Anda harus mengganti cairan yang telah keluar dengan garam oralit. Pemberian antibiotika sangat penting untuk membunuh kuman. Tapi tetap saja upaya pencegahan sakit perut lebih penting ketimbang pengobatan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta menjaga makanan dan minuman dari kotoran.

Demikian penjelasan macam-macam sakit perut yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Teman Sehat!