Macam-macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara

DokterSehat.Com – Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel yang mencemari udara banyak macam dan jenisnya, tergantung pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang ada. Mengenai macam dan jenis partikel pencemar udara serta sumber pencemarannya telah banyak.

6

Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran  pernapasan atau pneumoconiosis.

Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut. Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1 mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.

Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru. Penyakit pnemokoniosis banyak jenisnya, tergantung dari jenis partikel (debu) yang masuk atau terhisap ke dalam paru-paru. Beberapa jenis penyakit pneumoconiosis yang banyak dijumpai di daerah yang memiliki banyak kegiatan industri dan teknologi, yaitu Silikosis, Asbestosis, Bisinosis, Antrakosis dan Beriliosis.

  • Asbestosis
    Ini adalah penyakit yang disebabkan dari serat asbes atau debu yang mencemari udara. Debu asbes banyak dijumpai di kawasan industri dan pabrik. Debu asbes yang masuk ke dalam paru-paru bisa mengakibatkan batuk-batuk dan gejala sesak napas – yang disertai dengan dahak.
  • Antrakosis
    Antrakosis merupakan penyakit saluran pernapasan yang diakibatkan dari debu batu bara. Penyakit ini biasa kita lihat pada para pekerja tambang batu bara. Penyakit ini memiliki masa inkubasi antara 2 – 4 tahun. Penyakit ini juga ditandai dengan sesak napas, tapi relatif tidak begitu berbahaya. Penyakit ini akan menjadi parah apabila disertai dengan komplikasi – yang memungkinkan terjadinya kematian.
  • Silikosis
    Penyakit ini muncul dikarenakan dari pencemaran debu silika bebas – berupa SiO2 – yang terhisap masuk ke dalam paru-paru, lalu mengendap. Debu seperti ini bisa kita jumpai di pabrik baja, besi pengecoran beton, bengkel besi, dan keramik. Debu silika yang terhirup akan mengalami masa inkubasi 2 sampai 4 tahun. Tanda-tanda penderita penyakit ini adalah sesak napas dan batuk-batuk. Namun, batuknya sendiri tidak disertai dengan dahak. Bila silicosis tergolong parah, maka sesak napas yang terjadi akan diikuti dengan hipertropi jantung sebelah kanan – yang mengakibatkan kegagalan kerja jantung.
  • Bisinosis
    Bisinosis merupakan penyakit pneumoconiosis, karena menghisap pencemaran debu napas atau serat kapas di udara. Ini banyak kita temui di pabrik tekstil, pemintalan kapas, dan masih banyak lagi. Masa inkubasi penyakit ini terbilang lama, yaitu hingga 5 tahun. Tanda-tanda awalnya berupa dada terasa berat dan sesak napas. Adanya reaksi alergi dari kapas yang masuk ke saluran pernapasan juga adalah gejala awal bisinosis. Pada bisinosis yang terbilang parah, biasanya diikuti pula dengan penyakit bronchitis kronis yang memungkinkan disertai dengan emphysema.
  • Beriliosis
    Penyakit ini akibat pencemaran udara debu logam berilium sulfat, logam murni, oksida, dan halogenida. Debu logam bisa menyebabkan bronchitis, pneumonitis, dan nasoparingtis. Gejalanya batuk kering, demam, dan sesak napas. Penyakit ini bisa muncul pada para pekerja industri tembaga, logam campuran berilium, dan masih banyak lagi. Tanda-tanda penyakit ini berat badan yang menurun, mudah lelah, dan sesak napas.