Penderita Maag Tidak Boleh Makan Cokelat?

doktersehat-kafein-minuman-cokelat

DokterSehat.Com– Meskipun memiliki rasa manis dan dikenal luas sebagai makanan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, banyak penderita maag yang memilih untuk menghindari cokelat karena bisa membuat masalah kesehatannya kambuh. Sebenarnya, apakah cokelat memang bisa memberikan dampak buruk bagi penderita maag?

Menurut pakar kesehatan, cokelat ternyata memiliki kemampuan untuk membuat otot sfingter, otot yang memiliki fungsi yang bisa mencegah masalah refluks asam lambung, menjadi lebih lemas. Karena fungsinya menurun, maka masalah asam lambung pun bisa muncul. Selain cokelat, beberapa makanan lain yang bisa membuat otot sfingter melemas sehingga memicu kenaikan asam lambung adalah buah-buahan dari keluarga sitrus seperti jeruk, tomat, kopi, minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok.

Cokelat juga dikenal luas sebagai makanan yang memiliki kandungan lemak. Yang menjadi masalah adalah, kandungan lemak ini mampu membuat proses pengosongan perut menjadi lebih lambat dan akhirnya berimbas pada naiknya asam lambung.

Biasanya, milk chocolate memiliki kandungan lemak lebih banyak dari dark chocolate. Sayangnya, dark chocolate memiliki kandungan kafein lebih banyak sehingga juga bisa memicu kenaikan asam lambung meskipun efeknya tidak separah saat kita mengonsumsi milk chocolate.

Jika penderita maag kerap mengalami sensasi heartburn setelah memakan cokelat, ada baiknya memang mereka tidak boleh sembarangan saat mengonsumsinya. Jika memang masalah maag sudah sangat parah, ada baiknya konsumsi makanan yang bisa menyebabkan masalah kesehatan ini harus benar-benar dibatasi.

Hanya saja, penderita maag bisa meminta saran dari dokter untuk mengetahui seberapa parah kondisi maag yang dideritanya sehingga bisa mendapatkan saran asupan maksimal cokelat yang bisa dikonsumsi.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik