Lutut Nyeri Saat Beraktivitas? Waspada Osteoarthritis

DokterSehat.Com – Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi yang paling banyak ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan disabilitas pada penderita sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Osteoartritis menempati urutan kedua setelah penyakit kardiovaskuler sebagai penyebab ketidakmampuan fisik (seperti berjalan dan menaiki tangga). Di Indonesia, osteoartritis atau pengapuran adalah salah satu dari penyakit reumatik yang paling banyak dijumpai dibandingkan kasus penyakit reumatik lainnya. Osteoartritis umumnya menyerang penderita berusia lanjut ( >40 tahun ) pada sendi-sendi penopang berat badan, terutama sendi lutut, panggul, lumbal dan servikal.

doktersehat-lutut-sakit

Faktor Risiko Osteoartritis
Beberapa faktor risiko yang diketahui berhubungan dengan penyakit osteoartritis diantaranya :

  1. Usia
    Prevalensi dan beratnya OA semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
  2. Mekanik / Trauma
    Akumulasi trauma kecil yang akan menyebabkan perubahan tulang , akan mempengaruhi kemampuan sendi untuk menahan beban.
  3. Genetik
  4. Obesitas
    Selama berjalan, setengah berat badan bertumpu pada sendi lutut. Peningkatan berat badan akan melipatgandakan beban sendi lutut saat berjalan. Sehingga semakin berat tubuh akan meningkatkan risiko menderita OA lutut.
  5. Penyebab sekunder yang ikut berperan meningkatkan terjadinya OA, diantaranya :Kelainan tulang, darah, diabetes mellitus, hipertiroid.

Tanda dan Gejala
Pada umumnya penyakit OA sudah berlangsung lama tapi berkembang secara perlahan – lahan. Keluhan yang sering timbul diantaranya :

  1. Nyeri sendi
    Merupakan keluhan utama pasien dengan OA. Nyeri akan bertambah berat dengan adanya gerakan atau saat melakukan aktivitas dan berkurang dengan istirahat.
  2. Hambatan gerak sendi
    Biasanya semakin bertambah berat dengan perlahan sejalan dengan bertambahnya rasa nyeri.
  3. Kaku sendi
    Kaku sendi terutama setelah immobilitas, seperti istirahat lama atau bangun tidur.
  4. Krepitasi
    Suara gemeretak pada sendi yang sakit. Gejala ini timbul mungkin diakibatkan gesekan kedua permukaan tulang sendi yang ireguler pada saat sendi digerakkan atau secara pasif dimanipulasi.
  5. Perubahan bentuk sendi
  6. Perubahan gaya berjalan : terutama pada OA lutut, tumit, panggul dan pergelangan kaki ( biasanya jalannya menjadi pincang)