
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.
DokterSehat.com – Lupus adalah penyakit autoimun, yakni penyakit menyerang sistem kekebalan sampai rusak, lalu berbalik menyerang tubuh sendiri. Normalnya sistem kekebalan akan melindungi tubuh dari sera ngan virus, bakteri, dan benda berbahaya lain. Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh ini justru menyerang balik si empunya karena kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara zat asing yang berbahaya bagi tubuh dan sel tubuh sendiri.
“Sistem kekebalan tubuh sudah tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. Ibarat ditembak pistol yang kita pegang sendiri,” ujar Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, pemerhati masalah lupus dari FKUI.
Sulit Didiagnosis
Parahnya, penyakit ini sulit terdeteksi. Banyak pasien yang bolak balik ke dokter karena penyakit tak kunjung sembuh. Bertahun-tahun kemudian baru terdiagnosis ia mengidap lupus.
“Jadi penyakit ini tidak bisa dideteksi pada saat pertama kali pasien ke dokter. Dokter butuh rekam medis cukup panjang, wawancara mendalam mengenai riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, termasuk melakukan berbagai tes laboratorium sebelum memastikan penyakit lupus,” papar Prof. Zubairi.
Hal lain yang mempersulit diagnosis lupus adalah gejala yang tidak khas, mirip penyakit lain, tergantung bagian tubuh yang diserang. Anehnya, tidak ada kasus lupus yang serupa. Itu karena bagian tubuh yang diserang berbeda. Kalaupun sama, gejala bisa lain. Tambah lagi, gejala berkembang perlahan. Bisa sementara atau permanen.
Gejala pada sebagian orang dengan lupus (odapus) bisa ringan, dan pada odapus lain sangat berat hingga membahayakan nyawa. Itu sebabnya lupus dikenal juga sebagai penyakit seribu wajah atau si peniru ulung.
Gejala yang sering dijumpai pada odapus adalah sakit pada sendi, sendi bengkak, lelah berkepanjangan, ruam kulit yang tidak kunjung hilang, sensitif pada sinar matahari, jari jadi putih atau biru ketika kedinginan, sariawan talk kunjung sembuh, dan kadar trombosit rendah. “Jika perempuan usia produktif menderita sakit tidak kunjung sembuh meski sudah bolak balik ke dokter, patut dicurigai lupus,” imbuhnya.
Tidak Menular
Penyebab lupus belum diketahui. Berbagai teori muncul. Faktor genetik sering menjadi “kambing hitam”. Faktanya, hanya 10 persen yang memiliki riwayat lupus dalam keluarganya.
Ada teori yang menyebutkan faktor sinar ultraviolet, bahan kimia, obat-obatan, stres, dan hormonlah pemicunya. Karena lupus cenderung menyerang perempuan, terutama di usia produktif (20-45 tahun), para ahli menduga ada kaitannya dengan hormon estrogen. Namun, hal ini pun belum bisa dipastikan. “Yang jelas penyakit lupus tidak menular,” tuturnya.
Karena penyebabnya belum jelas, para ahli belum bisa menemukan obatnya. Pengobatan hanya untuk mengurangi gejala dan peradangan, serta menjaga agar fungsi tubuh tetap normal. Pemberian terapi dan obat bergantung bagian tubuh yang diserang dan tingkat keparahannya. Karena itu, pengobatan sangat beragam pada tiap individu. Obat bagi kebanyakan odapus antara lain jenis antiperadangan, kortikosteroid, asetaminofen, dan antimalaria.
Sejauh ini odapus hanya bisa “berdamai” dengan penyakitnya untuk waktu tiada tentu. Dan untuk mengatasi lupus tak cukup hanya dengan obat. Kebanyakan pasien mengalami stres dan depresi, sehingga perlu terapi untuk membangun mental odapus. “Harus ada dukungan penuh dari keluarga atau kerabat dekat agar odapus bisa hidup seperti orang normal,” ujarnya.
(Kompas – GHS/Michael)
LUPUS Sulit Didiagnosa dan Tidak Menular ,
Terima kasaih atas info nya kebetulan ada seorang ibu di sekolah anak saya yang mengidap penyakit tersebut dan ternyata tidak menular.
Setuju atau Tidak Setuju:
3
0
Asslmlkum.Wr.Wb
gejala2 trsbut diatas sudah menyerang saudara saya,bahkan rambut sudah rontok.Kondisi smakin melemah.Posi2 skrg opname dipuskesmas.Pernah dulu dbwa ke dokter,dan doktr pun tk berani memvonis pnyakitnya.Hanya mnyarankan untuk lihat diintrnet jenis pnyakitnya..Mohon Untuk solusinya tolong bantu saya..Trmksh sblmnya.
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
kalo berminat saya ada kenalan ada pasien sembuh penyakit lupus..coba hubungi 085228033222 totok darah…semoga bermanfaat dan patut dicoba,bisa dipanggil
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
semoga ilmu kedokteran makin maju biar bisa tahu cara pencegahannya >.< dan bisa diobati
Setuju atau Tidak Setuju:
4
0
semoga bs di temukan cara pengobatan penyakit ini……….
selamat jalan buat tmn ku Yulia Sari ( uwik ) yg meninggal tdpgi krn LUPUS
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
terima kasih atas infonya,semoga ditemukan obatnya.
Setuju atau Tidak Setuju:
2
0
Baca juga artikel penting berikut yg berhubungan dgn LUPUS: “Penyakit Misterius Bernama Lupus” – http://www.facebook.com/notes/naturally-plus-jakarta-indonesia/penyakit-misterius-bernama-lupus/384530128281168
Semoga bermanfaat, GBU.
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
astafirullah,,,
jd sedih,,,,
apalagi dsktr ku ada yg mnidap lupus pdhl usia nya baru sktr 19 thun…..
msh muda dan cntik,,,
skrng tubuhnya sdh hmpir mnjdi tngkoraknn,,,
adakah obat yg mujarab agr dya cpt smbuh,,,
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Selamat jalan Dhanni Watrika PR
Telah berpulang ke Rahmatullah Selasa, 9 Oktober 2012 dikarenakan penyakit ini
Semoga obat nya bisa segera ditemukan, agar yang terkena penyakit serupa bisa di sembuhkan
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
semoga cepat ditemukan obatnya.
agar sahabat ku dapet sembuh..
aamiin
Setuju atau Tidak Setuju:
3
0
dok…saya ada temen yg divonis lupus sdh 3 thn ini,sering sekali dirawat di rs saat badannya gk kuat menahan sakit,sering kaku gk bisa digerkkan,skrg ini dia di icu sebuah rs,,katanya sdh menyerang sampai paru”,,kaki smpai pinggang udh mati rasa tdk bisa bicara,,brp peluang bisa bertahan hidup ? tks
Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju:
7
0
apakah untuk penderita lupus wanita, mereka masih bisa hamil dan melahirkan bayi yang juga tidak mengidap penyakit lupus dok?
Setuju atau Tidak Setuju:
1
2
Sekedar sharing, siapa tahu banyak yang membutuhkan. Istri saya pernah menderita Rheumatoid Arthritsis (RA) selama 2 tahun. RA adalah salah satu bentuk penyakit autoimun, dimana kekebalan tubuh (antibodi) yang seharusnya melindungi tubuh, malah menyerang tubuh kita sendiri. Selama 2 tahun itu berobat ke RS. Namun karena belum ada obatnya, maka hanya dikasih obat sekedar untuk pengendalian saja. Kalau pas lagi kambuh (flare), saya sangat iba dan ikut kasihan merasakannya. Semua persendiannya meradang kemerahan, nyeri, demam tinggi, tubuhnya bengkak, kaki mengalami edema (penumpukan cairan), disertai muncul bercak2 kemerahan di kulit kakinya. Saya berusaha menemukan ”obat”nya. Alhamdiulillah. tak sengaja saya menemukan informasi dihttp://www.transferfactorresearch.com dan mulai secara rutin mengkonsumsinya. Kini istri saya sudah sehat, segar bugar, dan kembali normal seperti sedia kala. Semoga informasi ini bermanfaat. Molekul pintar tersebut juga telah berhasil menyembuhkan berbagai penyakit autoimun lainnya seperti Lupus, Systemic Schlerosis, Antiphospholipid Syndrome, Myastenia Gravis, Alergi, Diabetes, Autism, bahkan dikabarkan juga mampu menyembuhkan HIV-AIDS, dll. Sebagai ungkapan syukurnya, kami menyediakan diri untuk berbagi pengalaman dan bisa dihubungi di 0811 2829 44 atau datang langsung ke rumah kami : Yahya Firsad, Jl. Wonosari Km 8 Perum Cepoko Indah Blok C-07 Yogyakarta).
Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju:
5
0
teman saya ada yang terkena penyakit lupus dan sayangnya beliau tidak bisa ditangani oleh pihak medis dan akhirnya meninggal
penyakit lupus walau tidak menular namun sangat berbahaya sebab bisa mengancam nyawa, kita harus berhati2
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0