Penyakit Lupus – Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

lupus eritematosus-doktersehat

DokterSehat.Com– Lupus adalah penyakit autoimun dimana sistem imun tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri karena dianggap sebagai benda asing. Lupus dapat menyerang kulit, persendian, ginjal, otak, dan organ lain pada tubuh. Ini berarti bahwa sistem pertahanan alami tubuh menyerang jaringan yang sehat. Karena ketidakwajaran autoimun ini maka akan menyebabkan peradangan.

Meskipun beberapa orang pengidap penyakit lupus ini hanya menunjukkan gejala ringan, penyakit ini berlangsung seumur hidup dan dapat menjadi parah. Tetapi kebanyakan orang dapat mengontrol gejalanya dan mencegah kerusakan organ. Para pasien yang menderita lupus harus berkomitmen seumur hidup untuk terus mengecek kesehatan ke dokter, cukup istirahat dan olahraga, dan mengonsumsi obat-obatan.

Topik ini berfokus pada lupus eritematosus sistemik (SLE), jenis yang paling umum dan paling serius dari penyakit lupus. Tapi ada jenis lain dari lupus, seperti lupus diskoid atau lupus kulit, lupus sistemik yang diinduksi obat, dan lupus neonatal.

Penyebab Lupus

Penyebab pasti dari lupus tidak diketahui. Para ahli percaya bahwa beberapa orang dilahirkan dengan gen tertentu sehingga lebih berpotensi untuk memiliki penyakit lupus. Sejumlah hal lain dapat memicu serangan lupus meliputi infeksi virus dan paparan sinar matahari. Meskipun hal ini dapat memicu lupus, tidak semua orang yang dipicu hal tersebut akan mengalami lupus.

Gejala Lupus

Gejala lupus sangat bervariasi, hilang dan kambuh. Saat-saat gejala menjadi lebih buruk disebut kekambuan, atau flare. Saat-saat gejala tidak muncul atau dapat dikendalikan disebut dengan remisi. Gejala yang sering dialami meliputi merasa sangat lelah, nyeri sendi atau bengkak (arthritis), demam, dan ruam-ruam kemerahan kulit. Ruam sering terjadi setelah pasien berada di bawah sinar matahari. Penderita mungkin memiliki luka di mulut dan rambut rontok. Seiring waktu, beberapa orang dengan lupus memiliki masalah dengan jantung, paru-paru, ginjal, sel darah, atau sistem saraf.

Tidak ada tes pemeriksaan tunggal untuk lupus. Karena lupus mempengaruhi orang dalam cara yang berbeda, akan sulit untuk mendiagnosisnya dengan satu tes saja. Dokter akan memeriksa lupus dengan mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala dan riwayat kesehatan di masa lalu, dan melakukan beberapa tes urine dan tes darah.

Diagnosis Lupus

Diagnosis lupus bisa menjadi masalah. Diagnosis lupus yang benar membutuhkan pengetahuan dan kesadaran di pihak dokter dan komunikasi yang baik di pihak pasien.

Riwayat medis yang akurat, pemeriksaan fisik dan hasil tes laboratorium membantu dokter mempertimbangkan penyakit lain yang mungkin menyerupai lupus atau menentukan apakah Anda benar-benar memiliki penyakit tersebut.

Tes yang paling berguna untuk membantu diagnosis mengidentifikasi auto-antibodi tertentu sering hadir dalam darah para pengidap lupus. Sebagai contoh, tes antibodi antinuklear (ANA) biasanya digunakan untuk mencari auto-antibodi yang bereaksi terhadap komponen inti sel-sel tubuh.

Sekitar 98 persen orang dengan lupus memiliki ANA, yang dapat menyerang bahan inti sel Anda. Namun, ada sejumlah penyebab lain dari ANA positif selain lupus, termasuk infeksi dan penyakit autoimun lainnya.

Alat diagnostik untuk lupus termasuk:

  • Riwayat kesehatan
  • Selesaikan pemeriksaan fisik
  • Tes laboratorium termasuk hitung darah lengkap (CBC), laju endap darah (LED), urinalisis, kimia darah, kadar komplemen, ANA dan tes autoantibodi lainnya
  • Biopsi kulit
  • Biopsi ginjal

Mengobati Lupus

Pengobatan untuk lupus meliputi:

  • Krim kortikosteroid untuk ruam
  • Obat nonsteroid obat anti-inflamasi (NSAID) untuk nyeri sendi ringan atau nyeri otot dan demam
  • Obat kortikosteroid diminum jika obat lainnya tidak mengendalikan gejala pasien

Dokter juga dapat merekomendasikan obat lain yang memperlambat sistem kekebalan tubuh (imunosupresan). Salah satu tujuan dari obat adalah untuk melakukan suatu pengendalian ringan sampai pengendalian sedang sehingga mencegah flare. Pasien dapat melakukan:

  • Istirahat untuk mengurangi stres fisik maupun pikiran
  • Hindari sinar matahari dengan memakai tabir surya ketika berada di luar
  • Berolahraga secara teratur untuk mencegah kelelahan dan kekakuan sendi
  • Berhenti merokok
  • Perhatikan gejala. Jika gejala tampaknya akan semakin buruk, segera ambil langkah-langkah untuk mengendalikan gejala tersebut. Misalnya, jika mulai merasa kelelahan, nyeri, atau ruam, hal itu mungkin merupakan tanda dari flare.

Dengan perawatan diri yang baik, kebanyakan orang yang mengidap lupus bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa.

Penderita lupus penting untuk belajar mengenai lupus secara detail sehingga dapat memahami bagaimana lupus dicegah dan cara terbaik untuk mengatasi lupus, dan bagaimana lupus memengaruhi kehidupan penderita. Tak luput, peran keluarga dan teman-teman dalam memahami keterbatasan dan kebutuhan penderita ketika gejala kambuh juga sangat penting. Pembangunan kesehatan dalam sistem pendukung profesional kesehatan serta komunitas untuk penderita lupus juga penting.