Luka – Pengertian, Penyebab, dan Jenis Luka

Kulit adalah penghalang dunia luar yang melindungi tubuh dari infeksi, radiasi, dan temperatur yang ekstrem. Ada banyak jenis luka yang dapat merusak kulit termasuk luka lecet (abrasi), luka robek (laserasi), cedera ruptur, tusukan, dan luka tembus. Banyak luka dengan kedalaman yang dangkal membutuhkan pertolongan pertama lokal termasuk pembersihan luka dan pembalutan luka.

doktersehat-luka-perdarahan-darah

Beberapa luka yang lebih dalam perlu perhatian medis untuk mencegah infeksi dan mencegah kehilangan fungsi jaringan, karena kerusakan struktur yang mendasari seperti tulang, otot, tendon, arteri dan saraf. Tujuan dari perawatan medis untuk luka adalah untuk mencegah komplikasi dan mempertahankan fungsi. Meskipun penting, kecantikan dan kosmetika bukanlah pertimbangan utama untuk perbaikan luka.

Gigitan hewan dan manusia harus diperiksa oleh seorang profesional medis karena tingginya tingkat infeksi. Penting untuk mengetahui status imunisasi tetanus seseorang (kapan seseorang mendapatkan suntikan tetanus atau vaksin penguat tetanus (booster) dalam 5 tahun terakhir) sehingga dapat diperbarui dengan booster tetanus jika diperlukan.

Kulit adalah organ sensorik besar yang berinteraksi dengan lingkungan, dan mengirimkan sinyal ke otak tentang rangsang sentuhan, nyeri, getaran, dan posisi.

Penyebab dan jenis luka
Luka terjadi ketika kulit rusak atau terkena cedera. Penyebab cedera mungkin hasil dari sumber mekanik, kimia, listrik, termal, atau nuklir. Kulit dapat rusak dalam berbagai cara tergantung pada mekanisme cedera.

  • Peradangan adalah respons awal kulit cedera.
  • Luka superfisial (di permukaan) dan luka abrasi (lecet) tidak mencederai lapisan kulit yang lebih dalam. Jenis luka biasanya disebabkan oleh gaya gesekan dengan permukaan kasar.
  • Luka abrasi dalam (lecet yang lebih dalam karena terpotong atau laserasi) melukai lapisan kulit dan masuk ke jaringan di bawahnya seperti otot atau tulang.
  • Luka tusukan biasanya disebabkan oleh benda runcing tajam yang memasuki kulit. Contoh luka tusukan termasuk jarum, menginjak paku, atau luka tusuk dengan pisau.
  • Gigitan manusia dan gigitan hewan dapat diklasifikasikan sebagai luka tusuk, lecet, atau kombinasi keduanya.
Baca Juga:  Sariawan Tak Lekas Sembuh Pertanda Kanker Rongga Mulut

Luka karena penekanan yang lama (misalnya, luka karena berbaring dalam waktu yang lama di tempat tidur, karena duduk di kursi roda dalam waktu yang lama, atau karena penggunaan gips dalam waktu yang lama) dapat berkembang karena kurangnya suplai darah ke kulit yang disebabkan oleh tekanan kronis pada daerah kulit, terlebih memiliki penyakit yang mendasari seperti kencing manis, masalah sirkulasi (penyakit pembuluh darah perifer), atau pasien malnutrisi.