Luar Biasa, Bayi Berusia 9 Hari Ini Mampu Bertahan Dari Serangan Stroke

DokterSehat.Com – Banyak dari kita yang berpikir jika stroke hanya akan menyerang mereka yang sudah dewasa saja. Padahal, semua orang bisa saja terkena stroke, termasuk yang masih berusia bayi layaknya yang terjadi di North Dakota, Amerika Serikat. Phoenix, bayi malang yang masih berusia 9 hari ini harus berjuang di Sanford Medical Center di kota Fargo karena terkena serangan stroke. Yang luar biasa adalah, bayi ini masih bisa bertahan hidup. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-sifilis-kongenital-bayi-Harlequin-Ichthyosis-mikrosefali

Robert, sang ayah, bercerita bahwa di dalam tubuh Phoenix terjadi penggumpalan darah yang membuat aliran darah ke otaknya pun tersumbat dan memicu stroke. Pakar kesehatan yang ada di rumah sakit tersebut hanya mampu memberikan obat penghilang rasa sakit untuk membantu Phoenix sehingga Robert pun hanya pasrah andai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beruntung, seorang ahli bedah saraf dari Sanford Brain and Spine Center di kota Fargo bernama dr. Alexander Drofa menawarkan pertolongan padanya. Dr. Drofa pun akhirnya melakukan tindakan bedah agar bisa mengangkat gumpalan darah yang menyumbat aliran darah pada tubuh Phoenix meskipun tidak bisa menawarkan harapan apapun pada orang tua Phoenix.

Sebenarnya, prosedur pengangkatan gumpalan darah ini sebelumnya hanya pernah dilakukan pada orang dewasa. Namun, dr. Drofa berani mengambil resiko dan bersama timnya melakukan prosedur operasi ini dengan berhati-hati. Ia dan timnya bahkan melakukan sedikit improvisasi dalam memberikan dosis obat antikoagulan, obat yang bisa mencegah kembalinya penggumpalan darah. Saat harapan Robert dan Genevieve hampir punah, operasi ini ternyata berhasil dilakukan.

Sehari setelah operasi dilakukan, Phoenix yang dirawat di ruang perawatan intensif ternyata mengalami kemajuan luar biasa dimana otak si kecil akhirnya sudah dialiri darah tanpa adanya penggumpalan lagi. Dalam setahun terakhir, sang bayi terus mendapatkan pantauan ketat dari tim dokter mengingat Ia beresiko mengalami masalah yang sama dan stroke sebelumnya membuatnya beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Namun, Phoenix ternyata berhasil melaluinya dan tumbuh menjadi anak yang normal seperti anak-anak pada umumnya.

Berkat keberhasilannya, tindakan operasi yang dilakukan dr. Drofa pun akhirnya dipublikasikan dalam jurnal medis berjudul Pediatric Neurosurgery yang dirilis pada bulan September 2016 lalu.