Lorazepam – Peringatan (2)

Nama: Lorazepam
Peringatan
kontraindikasi



  • hipersensitivitas
  • glaukoma akut sudut sempit
  • administrasi intra-arteri
  • depresi pernafasan parah
  • Sleep apnea

Perhatian

  • Tidak direkomendasikan untuk digunakan pada pasien dengan gangguan depresi utama atau psikosis
  • Injeksi mengandung benzil alkohol berkaitan dengan ” sindrom gasping” yang fatal pada neonatus
  • penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis terutama pada pasien dengan riwayat penyalahgunaan alkohol atau narkoba
  • Gunakan hati-hati pada pasien dengan riwayat percobaan bunuh diri atau penyalahgunaan obat
  • Jangan hentikan tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang; turunkan dosis secara bertahap sampai akhrinya terhenti
  • Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan refleks muntah
  • Dapat menyebabkan depresi SSP, kemampuan fisik dan mental yang terganggu; hati-hati pasien untuk tidak mengoperasikan mesin atau kendaraan
  • amnesia anterograde dilaporkan dengan penggunaan lorazepam
  • Gunakan hati-hati pada pasien dengan penyakit pernapasan, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau sleep apnea
  • perilaku hiperaktif atau agresif dan reaksi paradoks lainnya dilaporkan dengan penggunaan
  • peringatkan pasien bahwa toleransi tubuh terhadap alkohol dan obat depresan SSP lainnya akan berkurang

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori D
Tranquilizer minor perlu dihindari pada kehamilan trimester pertama karena penignkatan risiko malformasi kongenital
Penggunaan ibu beberapa saat sebelum persalinan berhubungan dengan sindrom infant floppy (bukti yang cukup dan konsisten telah dikemukakan)
Pajanan benzodiazepin prenatal dapat meningkatkan risiko bibir dan langit-langit sumbing (bukti masih terbatas dan tidak konsisten)
Risiko efek samping serius meliputi depresi napas dan depresi saraf pusat.
Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi
Baca Juga:  Vitamin B3 (Niasin) (1)

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, maka tidak boleh digunakan, atau hentikan penggunaan obat.