Limpa Bengkak Dan Cara Pengobatanya

Dokter Sehat – Limpa adalah organ kecil yang terletak tepat di bawah tulang rusuk sebelah kiri, umumnya berukuran sebesar kepalan tangan, tapi kondisi tertentu bisa membuatnya mengalami pembengkakan yang disebut dengan splenomegali. Limpa termasuk organ yang lembut dan berbentuk seperti spons yang melakukan beberapa fungsi kritis serta mudah mengalami kerusakan, fungsi dari limpa ini sendiri adalah :

7

1.Mengeluarkan dan menghancurkan sel darah yang sudah tua dan rusak.

2.Memainkan peran yang penting dalam mencegah infeksi dengan menghasilkan sel-sel darah putih (limfosit) dan bertindak sebagai batas pertahanan pertama dalam melawan patogen yang menyerang.

3.Menyimpan sel-sel darah merah dan trombosit, yaitu sel-sel yang membantu penggumpalan darah.

4.Kemungkinan bertindak sebagai perantara antara sistem kekebalan tubuh dan otak.

Pembengkakan limpa umumnya tidak menunjukkan gejala, tapi dalam beberapa kasus ada beberapa gejala yang dirasakan seperti :

1.Sakit atau perasaan penuh di bagian kiri atas perut yang bisa menyebar ke bahu kiri

2.Mengalami kurang darah atau anemia

3.Gampang kelelahan

4.Mudah mengalami infeksi dan perdarahan

Efek yang terjadi pada limpa ada yang bersifat sementara tapi ada juga yang jangka panjang tergantung dari seberapa baik perawatan yang diterima, beberapa faktor diketahui bisa menyebabkan pembengkakan limpa :

1.Peradangan limpa (splenitis), penyakit ini biasanya terjadi pada bagian merah limpa, penyebabnya bisa tumor akibat pertumbuhan sel lasing, bisa juga akibat dari paparan zat-zat kimia atau radiasi.

2.Terdapat sel-sel darah merah abnormal, adanya sel-sel abnormal dalam darah merah dengan jumlah banyak bisa memicu pembesaran limpa, karena limpa harus bekerja keras untuk menghancurkan sel-sel tersebut. Dan semakin banyak darak abnormal, maka resiko penyakit pembesaran limpa juga semakin tinggi, karena sel abnormal tersebut bisa berbalik menyerang jaringan limpa.

3.Adanya infeksi bakteri, virus, ataupun parasit, sebagai organ pertahanan membuat limpa sering berhubungan dengan virus dan bakteri berbahaya dalam tubuh. Ketika jumlah virus yang menyerang dalam jumlah banyak, maka limpa beresiko diserang balik oleh sumber penyakit tersebut.

4.Adanya penyakit-penyakit metabolic, dalam tubuh kinerja antar organ sangat berhubungan erat dan saling mempengaruhi, ketika ada organ yang terganggu, maka organ lain akan beresiko mengalami gangguan.

Baca Juga:  Jaga Pola Hidup Yuk Agar Terhindar dari Risiko Prostat Kronis

5.Kanker darah, ketika seseorang terserang kanker darah, maka system pertahanan tubuhnya tidak bisa bekerja optimal, dan hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja dan kondisi kesehatan limpa, karena jika darah telah terkontaminasi sel kanker, maka limpa juga beresiko.

6.Anemia, produksi sel darah merah yang terbatas atau kurang juga bisa mempengaruhi pembengkakan pada limpa.
Limpa yang membesar akan mempengaruhi masing-masing fungsi vital, misalnya mengalami gangguan dalam menyaring sel-sel darah merah, mengurangi jumlah sel-sel sehat dalam aliran darah bahkan hingga merusak organ lain.

Komplikasi lain yang berpotensi terjadi jika limpa mengalami pembengkakan seperti :
1. Infeksi, hal ini karena limpa yang membengkak akan mengurangi jumlah sel darah merah yang sehat, trombosit dan sel darah putih dalam aliran darah, sehingga mudah terkena infeksi.

2.Mengalami anemia dan meningkatkan terjadinya perdarahan.

3.Limpa pecah, limpa yang sehat cenderung mudah rusak terutama dalam kecelakaan mobil. Tapi bila limpa mengalami pembengkakan maka kemungkinannya jauh lebih besar, jika limpa pecah bisa menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa.

Jika limpa diangkat melalui pembedahan (splenektomi), tubuh akan kehilangan beberapa kemampuannya untuk menghasilkan antibodi pelindung dan untuk membuang bakteri yang tidak diinginkan dari tubuh. Sebagai akibatnya, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi akan berkurang. Tidak lama kemudian, organ lainnya (terutama hati) akan meningkatkan fungsinya dalam melawan infeksi untuk menggantikan kehilangan tersebut, sehingga peningkatan resiko terjadinya infeksi tidak akan berlangsung lama.

Jelly gamat gold G sendiri terbuat dari teripang atau hewan laut species Golden Stichopus Variegatus yang berkhasiat sebagai antiseptik alami dan obat serbaguna untuk berbagai penyakit sudah dikenal sejak 500 tahun yang lalu oleh masyarakat Pulau Langkawi, yaitu sebuah pulau kecil di Malaysia tepatnya di Semenanjung Malaya.

Teripang tersebar luas di lingkungan laut diseluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat, untuk wilayah Indonesia, teripang banyak ditemukan di perairan bagian Timur Indonesia, seperti di perairan Kalimantan.