Liburan Ternyata Baik Bagi Kesehatan Otak Anak

DokterSehat.Com – Tak hanya bersilaturahmi dengan tetangga, saudara, atau teman-teman, ada baiknya kita memanfaatkan Libur Lebaran ini untuk berlibur atau berwisata di tempat-tempat yang indah. Tak hanya bisa membuat kita menghilangkan stress, berlibur ternyata juga bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi kesehatan sekaligus perkembangan anak. Menurut pakar kesehatan, mengajak anak berlibur bisa membuat mereka merasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang maksimal sekaligus membuat mereka lebih percaya diri. Tak hanya itu, berlibur juga bisa berimbas positif bagi perkembangan otak anak.

doktersehat-anak-berlatih-berjalan-berdiri

Dalam sebuah penelitian kesehatan, disebutkan bahwa liburan keluarga ternyata bisa membuat anak secara alami melatih dua sistem generik yang terdapat dalam bagian limbik otaknya, yakni bagian play system dan juga seeking system. Bagian ini ternyata tidak bisa benar-benar dilatih saat anak berada di rumah saja. Jika kita mengajak anak bermain pasir di pantai misalnya, saat kaki anak tenggelam di dalam pasir atau menggendong anak di punggung kita, bagian play system akan meresponsnya sebagai latihan. Sementara itu, anak yang mendapatkan petualangan atau penjelajahan di tempat yang baru akan melatih bagian seeking system-nya secara alami.

Menurut pakar kesehatan saraf bernama Prof. Jaak Pankepp yang berasal dari Washington State University, liburan juga akan meningkatkan produksi senyawa hormon layaknya dopamine, oksitosin, dan opioids yang bisa menurunkan stress sekaligus mempererat ikatan batin anggota keluarga. Hal ini ternyata bisa berimbas positif pada perkembangan fungsi kognitif, tingkat kecerdasan sosial, serta kemampuan fokus anak.

Dalam sebuah penelitian kesehatan, diketahui bahwa saat anak berada di alam selama 20 menit saja, maka anak akan lebih baik dalam mengembangkan perhatian dan konsentrasi dengan lebih baik. Tak hanya itu, berada di alam juga akan membuat tubuh anak lebih tenang, menurunkan tekanan darah, stress, dan kadar kolesterol. Hal ini ternyata bisa berimbas positif bagi kesehatan fisik dan mental anak.