informasi kesehatan


Leptospirosis

            

Saya jadi ingat salah satu teman saya yang meninggal gara2 penyakit ini, penyakit ini rentan sekali bagi yang ada di Indonesia, sebenarnya penyakit ini tidak akan berbahaya kalau penangannya tidak terlambat. Well, mari kita mencoba sedikit mengetahui tentang penyakit ini dan mencegah hal itu terjadi kembali.

Leptospirosis itu apa?
Leptospirosis adalah penyakit manusia dan hewan dari kuman dan disebabkan
kuman Leptospira yang ditemukan dalam air seni dan sel-sel hewan yang terkena.

Gejalanya apa saja?
Gejala dini Leptospirosis umumnya adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot,
gerah, muntah dan mata merah. Aneka gejala ini bisa meniru gejala penyakit lain
seperti selesma, jadi menyulitkan diagnosa. Malah ada penderita yang tidak
mendapat semua gejala itu.
Ada penderita Leptospirosis yang lebih lanjut mendapat penyakit parah, termasuk
penyakit Weil yakni kegagalan ginjal, sakit kuning (menguningnya kulit yang
menandakan penyakit hati) dan perdarahan masuk ke kulit dan selaput lendir.
Pembengkakan selaput otak atau Meningitis dan perdarahan di paru-paru pun
dapat terjadi. Kebanyakan penderita yang sakit parah memerlukan rawat inap dan
Leptospirosis yang parah malah ada kalanya merenggut nyawa.

Dampak jangka panjangnya apa?
Penyembuhan penyakit Leptospirosis ini bisa lambat. Ada yang mendapat sakit
mirip kelelahan menahun selama berbulan-bulan. Ada pula yang lagi-lagi sakit
kepala atau tertekan. Ada kalanya kuman ini bisa terus berada di dalam mata dan
menyebabkan bengkak mata menahun.

Cara tersebarnya?
Kuman Leptospira biasanya memasuki tubuh lewat luka atau lecet kulit, dan
kadang-kadang lewat selaput di dalam mulut, hidung dan mata. Berbagai jenis
binatang bisa mengidap kuman Leptospira di dalam ginjalnya. Penyampaiannya
bisa terjadi setelah tersentuh air kencing hewan itu atau tubuhnya. Tanah, lumpur
atau air yang dicemari air kencing hewan pun dapat menjadi sumber infeksi.
Makan makanan atau minum air yang tercemar juga kadang-kadang menjadi
penyebab penyampaiannya.

Binatang apa saja yang umumnya terkena?
Berbagai binatang menyusui bisa mengidap kuman Leptospira. Di Australia, yang
paling biasa adalah jenis tikus, anjing, binatang kandang dan asli, babi kandang
maupun hutan, kuda, kucing dan domba. Binatang yang terkena mungkin sama
sekali tak mendapat gejalanya atau sehat walafiat.

Siapa yang menghadapi bahaya?
Yang menghadapi bahaya adalah yang sering menyentuh binatang atau air,
lumpur, tanah dan tanaman yang telah dicemari air kencing binatang. Beberapa
pekerjaan memang lebih berbahaya misalnya pekerjaan petani, dokter hewan,
karyawan pejagalan serta petani tebu dan pisang. Aneka kegemaran yang
menyangkut sentuhan dengan air atau tanah yang tercemar pun bisa menularkan
Leptospirosis misalnya berkemah, berkebun, berkelana di hutan, berakit di air
berjeram dan olahraga air lainnya.
Pada umumnya Leptospirosis jarang terjadi di Australia kecuali di wilayah yang
hangat dan lembab seperti NSW dan Queensland bagian timur laut. Ada sekitar
200 kejadian yang diteguhkan tiap tahun dalam taraf nasional, tapi mungkin masih
banyak lagi yang ‘kelewatan’. Pria lebih sering terkena daripada wanita.

Caranya diagnosa?
Seorang dokter mungkin mencurigai Leptospirosis pada seorang yang bergejala,
biasanya 1-2 minggu setelah terkena. Peneguhan penyakit ini biasanya dengan
contoh darah yang akan menyatakan apakah terkena kuman ini. Untuk diagnosa
pada umumnya diperlukan 2 kali contoh darah selang 2 minggu. Ada kalanya
kuman bisa dibiakkan dari darah, cairan tulang punggung ke otak dan air seni.

Pengobatannya ada?
Pada umumnya Leptospirosis diobati dengan antibiotika seperti doxycycline atau
penicillin. Berhubung ujicobanya makan waktu dan penyakitnya mungkin parah,
dokter mungkin mulai memberi antibiotika itu sebelum meneguhkannya dengan
ujicoba. Pengobatan dengan antibiotika dianggap paling efektif jika dimulai dini.

Cara mencegah Leptospirosis bagaimana?
Ada banyak cara mencegah Leptospirosis.

Yang pekerjaannya menyangkut binatang:
• Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air.
• Pakailah pakaian pelindung misalnya sarung tangan, pelindung atau perisai
mata, jubah kain dan sepatu bila menangani binatang yang mungkin
terkena, terutama jika ada kemungkinan menyentuh air seninya.
• Pakailah sarung tangan jika menangani ari-ari hewan, janinnya yang mati di
dalam maupun digugurkan atau dagingnya.
• Mandilah sesudah bekerja dan cucilah serta keringkan tangan sesudah
menangani apa pun yang mungkin terkena.
• Jangan makan atau merokok sambil menangani binatang yang mungkin
terkena. Cuci dan keringkan tangan sebelum makan atau merokok.
• Ikutilah anjuran dokter hewan kalau memberi vaksin kepada hewan.

Untuk yang lain:
• Hindarkanlah berenang di dalam air yang mungkin dicemari dengan air seni
binatang.
• Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air terutama sebelum
bersentuhan dengan tanah, lumpur atau air yang mungkin dicemari air
kencing binatang.
• Pakailah sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur.
• Pakailah sarung tangan bila berkebun.
• Halaulah binatang pengerikit dengan cara membersihkan dan menjauhkan
sampah dan makanan dari perumahan.
• Jangan memberi anjing jeroan mentah.
• Cucilah tangan dengan sabun karena kuman Leptospira cepat mati oleh
sabun, pembasmi kuman dan jika tangannya kering.

Jika sampai jatuh sakit, bagaimana?
Jika jatuh sakit dalam minggu-minggu setelah mungkin terkena air seni binatang
atau berada di lingkungan tercemar, laporkanlah hal itu kepada dokter.

Vaksinnya ada?
Bagi manusia tidak ada vaksin melawan Leptospirosis yang diizinkan di Australia.
Ada vaksin guna mencegah Leptospirosis pada binatang (hewan, babi dan anjing)
tetapi binatang yang sudah diberi vaksin pun masih rentan terhadap jenis lainnya
yang tidak tercakup oleh vaksin ini.

Apa orang bisa ketularan lebih dari sekali?
Karena terdapat banyak jenis kuman Leptospira yang berlainan, mungkin saja
seorang terkena jenis yang lain dan mendapat Leptospirosis lagi.

Apa pengidap Leptospirosis bisa menulari orang lain?
Leptospirosis dapat ditularkan kepada orang lain misalnya penularan lewat
kelamin atau air susu ibu, meskipun jarang. Kuman Leptospira dapat ditularkan
lewat air seni selama berbulan-bulan setelah terkena.

Sedikit tambahan dari salah seorang teman saya mengenai penyakit ini:

“Gejalanya memang agak susah dikenali tapi kalo yang klasik yang khas itu ada nyeri otot yang hebat yang biasanya terutama di daerah otot gastroknemius (betis). Jadi kalo betisnya dipencet sakit banget. ”

Dokter Sehat

pf button both Leptospirosis


 
                     

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

3 Responses to “Leptospirosis”

  1. Nada says:

    Baru tadi malem aku lihat secara langsung orang yang terkena leptospirosis, kondisinya mengkhawatirkan, tjd peningkatan BUN, Creat, Nafas sesak, bahkan sampai henti nafas sesaat, perdarahan lambung, air seni sampe keruh. H…
    BAgaimanapun kebersihan itu penting. N lebih baik mencegah daripad mengobati.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

  2. jack says:

    bagus ni infonya…………
    tapi kenapa ya bisa susah liat gejalanya tuh…..klo cuma sakit pada otot kaki bisa aja oleh sebab lainkan…..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Ya memang Benar. Oleh karena itu anamnesa mengenai riwayat per jalankan penyakitnya Dan riwayat kontak dengan binatang, dll juga sangat penting. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0