Laringitis – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Laringitis adalah istilah medis untuk peradangan dan pembengkakan pada laring, yang juga dikenal sebagai kotak suara. Sebagian besar penyebab laringitis, seperti infeksi virus atau penggunaan suara terlalu banyak, merupakan hal yang tidak serius. Namun, beberapa penyebab memerlukan perhatian medis dan dapat menjadi pertanda awal kondisi seperti kanker laring. Dengan demikian, ketika laringitis terus berlanjut, hal itu mengindiksaikan suatu masalah masalah medis.

doktersehat-pembesaran-tonsil-kelenjar-gondok-amandel-tenggorokan-Hipotiroidisme-Kelenjar-Tiroid-Hipotiroid-Hipertiroid-mual-gangguan-kelenjar-tiroid

Penyebab
Jika laringitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, ingat bahwa virus atau bakteri tertentu bisa menular. Namun, jika laringitis disebabkan pertanda awal dari kanker laring atau terlalu banyak bersuara, maka itu tidak menular.

Gejala

  • Suara serak
  • Merasa gatal di tenggorokan (mungkin dari refluks laringitis)
  • Dorongan untuk terus membersihkan tenggorokan (mungkin dari refluks laringitis)
  • Demam
  • Batuk (yang dapat dari bronchitis atau sinusitis)
  • Kongesti

Laringitis sering berkembang beberapa hari setelah sakit tenggorokan. Bahkan setelah infeksi telah teratasi, laringitis dapat berlangsung selama beberapa minggu

Penegakan Diagnosis
Seringkali penegakan diagnosis menggunakan riwayat penyakit dan wawancara menyeluruh serta pemeriksaan fisik.

  • Dokter akan memberikan perhatian khusus kepada pasien yang terkena infeksi telinga, hidung, tenggorokan, dan leher.
  • Jika gejala menjadi parah, terutama pada anak-anak, dokter akan melakukan pemeriksaan leher atau sinar X.
  • Dokter juga dapat memeriksa tenggorokan pasien dengan alat. Alat ini berupa logam panjang tipis ini dimasukkan melalui hidung setelah diberikan anestesi atau obat bius pada hidung dan lubang hidung. Prosedur hanya membutuhkan waktu beberapa menit dan dapat menghasilkan informasi berharga, terutama mengenai status saraf laring yang mengontrol pergerakan pita suara.
  • Kadang-kadang pada anak-anak, jarang pada orang dewasa, dokter akan melakukan pemeriksaan darah seperti jumlah sel darah lengkap

Penanganan Pertama di Rumah

  • Jika gejala telah hadir selama beberapa hari atau terjadi segera setelah episode penggunaan suara yang berlebihan dari normal, maka pengobatan utama adalah untuk mengistirahatkan suara sebanyak mungkin. Sangat penting untuk banyak minum cairan.
  • Jika orang yang terkena memiliki gejala dimana ada infeksi virus, seperti demam ringan, batuk, hidung tersumbat, pilek, nyeri otot, maka ia harus meminum banyak cairan dan mengkonsumsi parasetamol/acetaminophen atau ibuprofen (Advil atau Motrin) untuk meredakan gejala.
  • Banyak orang menemukan menghirup uap dari air panas, seperti dari mandi air panas, atau nebulisasi uap untuk membuat merasa lebih baik.
  • Menghindari merokok, atau menghirup asap rokok, dan menghindari konsumsi alkohol.
  • Sering kali, penanganan ini harus meredakan radang tenggorokan juga. Namun, jika penanganan pertama di rumah tidak membuatnya lebih baik, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Baca Juga:  Kanker Mata (Retinoblastoma) - Pencegahan

Pengobatan
Setelah pemeriksaan yang cermat dokter akan memutuskan pengobatan.

  • Dokter akan merekomendasikan tindakan perawatan di rumah dan dapat pula merekomendasikan untuk merujuk ke dokter THT (otolaryngologist). Otolaryngologist mungkin dianjurkan jika dokter umum memiliki kekhawatiran bahwa kondisi medis yang lebih serius ada, atau jika laringitis telah bertahan untuk jangka waktu yang panjang.
  • Jika dokter curiga infeksi bakteri yang menyebabkan laringitis, maka dokter akan meresepkan antibiotik.

Jika pasien memiliki tanda-tanda gangguan pernapasan atau berpikir jalan napas bisa membengkak dan menutup, maka dokter akan merekomendasikan pasien dirawat di rumah sakit.

  • Dalam beberapa situasi darurat, lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa, kegawatan terjadi ketika saluran laring bengkak dan menutup. Ini biasanya terhadu dari infeksi menular.
  • Mungkin perlu untuk menempatkan tabung pernapasan ke dalam tenggorokan pasien untuk bernapas (prosedur ini disebut intubasi).
  • Pasien kemudian akan ditempatkan pada ruangan di RS untuk mendapatkan ventilator (mesin untuk membantu bernapas).
  • Dalam situasi ini, pasien akan menerima antibiotik intravena dan steroid mungkin.