Laringitis – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Laringitis adalah peradangan pada pita suara atau laring yang menyebabkan suara Anda menjadi serak. Laringitis dapat berlangsung sebentar atau lama (kronis). Dalam kondisi normal, pita suara akan membuka dan menutup dengan lancar, membentuk suara melalui pergerakan dan getaran yang terbentuk.

laringitis-doktersehat

Saat terjadi peradangan di kotak suara itulah, pembengkakan akan terjadi dan memicu terjadinya perubahan suara. Itulah sebabnya saat mengalami laringitis, suara menjadi serak dan merasa tidak nyaman saat bersuara. Pada beberapa kasus, suara yang keluar bisa sangat lemah hingga tak terdengar.

Penyebab Laringitis

Sebagian besar penyebab laringitis disebabkan oleh infeksi virus atau penggunaan suara terlalu banyak. Namun, beberapa penyebab memerlukan perhatian medis dan dapat menjadi pertanda awal kondisi seperti kanker laring. Dengan demikian, ketika laringitis terus berlanjut, hal itu mengindiksaikan suatu masalah medis.

Namun, jika laringitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, ingatlah bahwa virus atau bakteri tertentu bisa menular. Tapi, jika laringitis disebabkan pertanda awal dari kanker laring atau terlalu banyak bersuara, maka hal itu tidak menular.

Gejala Laringitis

Ada beberapa gejala laringitis yang paling umum, yaitu:

  • Suara serak.
  • Rasa gatal di tenggorokan.
  • Dorongan untuk terus membersihkan tenggorokan.
  • Demam.
  • Batuk (yang di dapat dari bronckitis atau sinusitis).
  • Kongesti.

Laringitis sering berkembang beberapa hari setelah sakit tenggorokan. Bahkan setelah infeksi telah teratasi, laringitis dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Diagnosis Laringitis

Penegakan diagnosis yang biasa dilakukan adalah menggunakan riwayat penyakit dan wawancara menyeluruh serta pemeriksaan fisik. Diagnosa umum yang biasa dilakukan meliputi:

  • Dokter akan memberikan perhatian khusus kepada pasien yang terkena infeksi telinga, hidung, tenggorokan, dan leher.
  • Jika gejala menjadi parah, terutama pada anak-anak, dokter akan melakukan pemeriksaan leher atau sinar X.
  • Dokter juga dapat memeriksa tenggorokan pasien dengan alat khusus. Alat ini berupa logam panjang tipis yang dimasukkan melalui hidung setelah diberikan anestesi atau obat bius pada hidung dan lubang hidung. Prosedur hanya membutuhkan waktu beberapa menit dan dapat menghasilkan banyak informasi, terutama mengenai status saraf laring yang mengontrol pergerakan pita suara.
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan darah jika laringitis terjadi pada anak-anak, namun hal ini jarang dilakukan pada orang dewasa.
Baca Juga:  Laringitis
Penanganan Laringitis

Jika gejala telah hadir selama beberapa hari atau terjadi setelah episode penggunaan suara yang berlebihan, maka pengobatan utama adalah untuk mengistirahatkan suara sebanyak mungkin disertai dengan konsumsi banyak cairan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah:

  • Jika orang yang terkena memiliki gejala di mana ada infeksi virus, seperti demam ringan, batuk, hidung tersumbat, pilek, nyeri otot, maka ia harus meminum banyak cairan dan mengonsumsi parasetamol/acetaminophen atau ibuprofen (Advil atau Motrin) untuk meredakan gejala.
  • Menghirup uap dari air panas atau nebulisasi uap.
  • Menghindari merokok dan konsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi makanan-makanan yang sehat untuk tenggorokan yang banyak mengandung vitamin A, C, dan E (misalnya buah, sayur, atau biji-bijian).
  • Gunakan pelindung hidung dan mulut agar terhindar dari virus atau bakteri penyebab laringitis.
  • Memperbanyak minum air putih agar dahak di dalam tenggorokan menjadi encer dan mudah dikeluarkan.
Pengobatan Laringitis

Setelah pemeriksaan yang cermat dilakukan oleh dokter, tindakan selanjutnya adalah melakukan pengobatan.

  • Dokter akan merekomendasikan tindakan perawatan di rumah dan dapat pula merekomendasikan untuk merujuk ke dokter THT (otolaryngologist). Otolaryngologist mungkin dianjurkan jika dokter umum memiliki kekhawatiran bahwa kondisi medis yang lebih serius ada, atau jika laringitis telah bertahan untuk jangka waktu yang panjang.
  • Jika dokter mencurigai infeksi bakteri yang menyebabkan laringitis, maka dokter akan meresepkan antibiotik.

Sedangkan jika pasien memiliki tanda-tanda gangguan pernapasan, maka dokter akan merekomendasikan pasien dirawat di rumah sakit. Dalam beberapa situasi darurat, lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa, kegawatan terjadi ketika saluran laring bengkak dan menutup—yang  biasanya disebabkan oleh infeksi menular.

Jika diperlukan, penempatan tabung pernapasan ke dalam tenggorokan harus dilakukan untuk membuat penderita bernapas. Penanganan selanjutnya, penderita akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan ventilator.

Namun bila dokter mencurigai adanya infeksi bakteri, maka penambahan antibiotik mungkin diperlukan. Pada umumnya, laringitis akan sembuh sendiri dengan menghindari penyalahgunaan vokal. Artinya, Anda perlu mengistirahatkan pita suara dan menghindari berbagai iritan.