Lari Marathon Ternyata Kurang Baik Bagi Kesehatan Ginjal

DokterSehat.Com– Olahraga lari, khususnya lari marathon, kini telah menjadi trend yang dilakukan oleh banyak orang. Setiap kali ajang lari marathon diadakan di kota tertentu, peserta dari ajang ini bisa mencapai ribuan orang dan dari berbagai kalangan serta usia. Menurut pakar kesehatan, berlari memang mampu memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar, khususnya bagi kekuatan otot jantung. Sayangnya, lari dalam jarak yang jauh ternyata bisa memberikan efek buruk berupa cedera ringan sementara pada ginjal. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-lari-jogging

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Kidney Diseases dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dan urine dari 22 pelari yang mengikuti ajang Hartford Marathon pada tahun 2015 lalu. Dari sampel darah dan urine tersebut, diketahui bahwa 82 persen peserta lari marathon ternyata mengalami cedera ginjal akut level 1 setelah melakukan olahraga tersebut. Memang, kondisi ginjal akan kembali membaik setelah satu atau dua hari, namun, hal ini sudah cukup untuk membuat para pakar kesehatan menganggap marathon sebagai olahraga yang mampu menyebabkan stress bagi tubuh.

Ketua penelitian ini, dr. Chirag Parik dari Yale University menyebutkan bahwa cedera pada ginjal setelah lari marathon ini disebabkan oleh menurunnya aliran darah pada ginjal karena naiknya suhu pada tubuh. Selain itu, saat berlari, kita juga mengalami dehidrasi sehingga bisa mempengaruhi kinerja ginjal.

Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa mereka yang tidak memiliki faktor resiko penyakit ginjal ini ternyata tidak perlu khawatir untuk melakukan lari marathon. Hanya saja, mereka yang memiliki masalah tekanan darah tinggi, diabetes, atau sudah berusia lanjut, sebaiknya berkonsultasi pada pelatih kebugaran atau dokter terlebih dahulu agar bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti lari marathon dengan aman sehingga tidak akan mengalami masalah kesehatan, khususnya pada ginjalnya.