Larangan Penggunaan Rokok Elektrik

DokterSehat.Com – Indonesia merupakan negara dengan jumah perokoknya tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. Kebiasaan merokok ini sulit untuk dihangkan karena kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia sendiri. Beredar di masyarakat bahwa rokok elektrik adalah suatu alternatif langkah awal untuk membantu mengatasi kecanduan merokok. Hal ini diakibatkan sulitnya masyarakat yang sudah memiliki kebiasaan merokok untuk berhenti. Dari mulai mengkonsumsi permen, coklat, atau minum air putih dapat disarankan untuk mengurangi keinginan untuk merokok.

doktersehat-vaping-rokok-elektronik

Hal ini lah yang membuat produsen rokok elektrik mengembangkan teknologi rokok elektrik ini. Dikatakan rokok elektronik  adalah rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan bau dan asap. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat daripada rokok biasa karena bisa diisi ulang.

Rokok elektronik masih menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat. Di beberapa negara contoh Brazil penjualan atau iklan rokok elektronik dalam bentuk apapun dilarang, di Canada pada bulan Maret 2009, disarankan untuk tidak membeli atau menggunakan produk rokok elektronik karena produk elektronik yang berisi nikotin memerlukan otorisasi pasar sebelum mereka dapat diimpor, dipasarkan, atau dijual.

Di Indonesia sendiri menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman. Produk ini belum melakukan tahapan uji klinis. Jadi belum diketahui apakah keuntungan yang diberikan lebih banyak atau tidak dibandingkan kerugiannya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi. Dijelaskan bahwa kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.

Walaupun Rokok elektrik memang tidak membahayakan untuk perokok pasif karena efek asap yang ditimbulkan hanya buatan dan merangsang sugesti perokok aktif. Namun, secara tidak sadar, rokok elektrik dapat menjadi suatu pintu masuk seseorang yang tadinya tidak merokok akan mengarah ke rokok elektronik ini karena tidak mengandung nikotin. Padahal kandungan dalam rokok elektronik ini belum diketahui efek samping untuk jangka panjang kedepannya.