Langsing dengan Mengatur Pikiran

Doktersehat.com – Untuk mendapatkan badan yang langsing begitu banyak produk ataupun informasi yang dapat Anda peroleh. Mulai dari cara alami sampai dengan cara instan banyak ditawarkan klinik kecantikan dan produsen obat pelangsing. Banyaknya informasi tersebut terkadang malah dapat membuat Anda bingung. Supaya tidak terjadi salah kaprah, simak metode langsing dengan pikiran menurut Juli Triharto, Penulis buku Hypnolangsing, CEO Mindslim Academy.



  1. Kegemukan adalah akibat dari faulty programming di otak. Dengan hipnosis, otak dapat ‘diprogram’ untuk menjalankan pola makan dan gaya hidup sehat otomatis, tanpa harus merasa tersiksa.
  2. Anda tipe yang senang menjauhi kesulitan (misalnya ingin langsing karena takut sakit) atau mendekati kesenangan (karena ingin tampil seksi).
  3. Kenali desain alami tubuh Anda. Jangan terobsesi dengan bentuk badan orang lain.
  4. Berdamailah dengan tubuh Anda. Ketika Anda membenci seluruh atau bagian tubuh tertentu, Anda tidak menghargainya, justru akan membuat ‘kerusakan’ lebih jauh.
  5. Move more. Ada otot sistemik di paha, pinggul dan perut yang jika digerakkan akan meningkatkan metabolisme tubuh. Sadari langkah kaki Anda dan tingkatkan jumlahnya  tiap hari. Ingat, olahraga tidak harus terpaku pada busana ataupun tempat fitness.
  6. Kenali sinyal fisik tubuh, rasakan dan dengarkan tubuh Anda. Apakah Anda betul-betul lapar (lapar fisik), atau hanya sedang ingin makan saja (lapar emosi)? Atur keinginan Anda untuk makan.
  7. Berdamailah dengan makanan. Makin Anda menjauhi makanan tertentu, Anda akan  makin merindukannya. Sadari bahwa tidak ada makanan yang baik atau jahat. Makanlah dengan ikhlas dalam porsi wajar dan tidak sembunyi-sembunyi.
  8. Makanlah dengan sadar dan nikmati  tiap kunyahannya. Makan atau ngemil tanpa sadar, pasti akan menjadi lebih banyak. Makanlah saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.
  9. Miliki mentalitas berkelimpahan makanan. Ambil porsi makan secukupnya dan jangan takut untuk tidak kebagian makanan, terutama saat Anda menikmati hidangan prasmanan.
  10. Jangan kaitkan perasaan nyaman atau reward dengan makanan. Koneksi mood and food harus diputuskan, untuk menghindari emotional eating saat Anda sedang gundah atau merasa harus menghadiahi diri sendiri.
Baca Juga:  Nasi Bisa Picu Alzheimer?

Sumber: femina.co.id