Langsing dengan Diet Protein

Doktersehat.com – Kini Anda tak perlu bersusah payah menahan lapar untuk mendapatkan tubuh yang langsing. Sebuah penelitian di University of Sydney membuktikan mengonsumsi makanan dengan kandungan protein tinggi efektif menurunkan berat badan khususnya pada perempuan gemuk.  Dalam waktu satu tahun, diet ini bisa mengurangi 10 persen berat badan.



Dr Helen O’Conor  mengtakan bahwa berat badan turun 10 persen itu sangat bermakna dalam sebuah penelitian tentang berat badan. Beberapa perempuan mencapainya hanya dalam 6 bulan dan ini sangat mengejutkan. Penelitian ini melibatkan sejumlah perempuan yang mengalami kelebihan berat badan atau overweight, dengan usia antara 18-25 tahun. Selama 12 bulan, para partisipan diberi diet kaya protein dan rendah karbohidrat.

Diet tinggi protein itu antara lain mencakup 3 kali makan lauk seperti daging, ikan, telur dan tahu sebanyak 100 gram tiap penyajian. Susu rendah lemak juga diberikan 2 kali sehari, sedangkan karbohidrat dalam porsi yang sangat dibatasi diberikan 4 kali sehari.

Menurut Anne Wolf, ahli gizi dan peneliti dari University of Virginia School of Medicine, selain kaya protein daging merah juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Karena itu kita sebaiknya berhati-hati dalam memilih jenis daging merah. Ia menyarankan agar kita memilih daging tanpa lemak. Hindari daging yang sudah diproses seperti sosis atau nuget karena mengandung garam dan lemak tinggi.

Menurut Wolf, sumber protein yang paling baik sebenarnya adalah telur. Selain murah kandungan gizi dan proteinnya sangat baik. “Jika Anda khawatir dengan kolesterolnya, bisa mengasup putih telurnya saja. Lemak dan kolesterolnya ada di kuning telur,” katanya.

Pengaturan pola makan seperti ini memberikan suplai energi sebesar 1.460 kalori atau 6.100 kilojoule, sama seperti asupan normal sehari-hari. Bedanya kalau sehari-hari lebih banyak didapat dari karbohidrat, dalam diet ini energinya lebih banyak dari protein.

Baca Juga:  Penyebab Warna Kuning pada Telapak Tangan dan Kaki Anak

Untuk menjaga keseimbangan gizi, para partisipan juga mendapat asupan sayur dan buah yang cukup. Olahraga rutin juga tetap dilakukan dengan intensitas yang dibuat sama seperti kelompok kontrol pembanding yang tidak menjalani diet tinggi protein.

Hasilnya seperti yang disebutkan, berat badan para partisipan turun 10 persen di akhir penelitian. Meski hanya teramati pada partisipan perempuan, manfaat diet ini bisa juga didapatkan para laki-laki paling tidak untuk membatasi kadar gula yang berasal dari penguraian karbohidrat.

Dari berbagai sumber