Lama Menghilang Dari Dunia Hiburan, Rachel Amanda Ternyata Terkena Penyakit Ganas Ini

DokterSehat.Com– Salah satu artis cantik yang namanya melejit sejak usia remaja di tanah air adalah Rachel Amanda. Di usianya yang sangat belia, Rachel telah membintangi beberapa jenis sinetron, FTV, atau bahkan layar lebar. Namun, dalam tiga tahun terakhir, nama Rachel seperti tenggelam dan tidak pernah lagi muncul di layar televisi. Tak disangka, menghilangnya Rachel dari dunia hiburan ini ternyata disebabkan oleh terkena kanker tiroid.

doktersehat-rachel-amanda

Sebagai informasi, kanker tiroid adalah kanker yang menyerang kelenjar tiroid, salah satu kelenjar paling besar pada tubuh manusia yang memiliki fungsi memproduksi hormon tiroid. Hormon ini sendiri ternyata sangat penting bagi kehidupan manusia karena kemampuannya dalam mengendalikan fungsi berbagai bagian tubuh.

Artis yang kerap disapa Manda ini menyebutkan bahwa saat usianya masih 19 tahun, tepatnya pada tahun 2014 silam, Ia mulai mengalami gejala berat badan yang terus turun dan leher yang membengkak. Saat beraktifitas, Manda juga kerap mengalami jantung berdebar serta tidak kuat berdiri. Ia pun segera memeriksakan kondisinya ke dokter. Saat itulah Ia didiagnosis mengalami hipertiroid atau kondisi dimana hormon tiroid dalam tubuhnya sangat berlebihan. Hanya saja, beberapa waktu kemudian ditemukan adanya tumor pada kelenjar tiroid sebelah kanan yang membuatnya harus melakukan operasi pengangkatan tiroid.

Manda yang kini berusia 22 tahun dan menjadi mahasiswi Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia ini mengaku sangat terkejut saat divonis kanker tiroid. Namun, Ia tetap berjuang untuk mengatasi kanker ini dan mematuhi semua anjuran yang diberikan oleh dokter, termasuk untuk melakukan operasi untuk mengangkat kedua tiroidnya. Hal ini tentu membuat Manda harus mengkonsumsi obat yang berupa suplemen hormon buatan bagi tubuhnya seumur hidup.

Baca Juga:  Tips Menghilangkan Rambut Berminyak

Meskipun harus terus minum obat, Manda mengaku bahagia kini kondisinya sudah normal kembali dan bisa melakukan aktifitas seperti sedia kala.