Ladies, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Terkena Kanker Serviks

DokterSehat.Com – Selain kanker payudara, kini banyak kaum hawa yang khawatir akan penyakit kanker serviks. Telah banyak kasus wanita yang terkena kanker serviks pada akhirnya harus merelakan nyawa. Bagaimana tidak, kanker ini cenderung tidak menunjukkan gejala awal apapun sehingga terkesan tubuh kita sehat-sehat saja. Setelah kondisinya semakin memburuk dan cenderung sudah sangat sulit untuk diobati, barulah kanker ini menunjukkan gejalanya yang biasanya membuat wanita sangat menderita. Apa sajakah gejala dari kanker serviks yang berbahaya ini?

doktersehat-wanita-kanker-serviks

Pakar kesehatan menyebutkan jika gejala awal dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan pada vagina saat berhubungan intim. Hal ini tentu akan sangat aneh karena biasanya pendarahan ini muncul saat hubungan intim pertama kali, meskipun tidak semua wanita mengalaminya. Hubungan intim juga bisa menjadi hal yang sangat menyiksa mengingat pinggul akan terasa sangat sakit. Selain saat hubungan intim, pendarahan ini juga bisa muncul saat fase menstruasi tiba atau bahkan setelah wanita berada dalam fase menopause. Yang mengerikan adalah, pendarahan ini juga bisa disertai dengan keluarnya cairan dalam jumlah yang sangat banyak dan berbau menyengat.

Untuk mencegah munculnya kanker serviks, maka kaum hawa tentu harus lebih baik dalam menekan infeksi dari virus HPV, penyebab utama kanker mematikan ini. Pakar kesehatan menyebutkan jika seringkali penularan virus ini terjadi karena adanya kontak kulit pada seseorang yang sudah mengalami infeksi virus ini. Jadi, penularan ini tidak hanya karena hubungan intim saja. Hal ini berarti, berganti-ganti pasangan, apalagi kerap berhubungan intim tanpa menggunakan kondom sangatlah tidak disarankan. Selain itu, cobalah untuk tidak merokok dan melakukan pap smear dengan rutin.

Penggunaan vaksin untuk mencegah HPV juga sangat disarankan bagi kaum hawa untuk mencegah munculnya kanker serviks. Vaksin ini sendiri bisa didapatkan saat wanita berusia 11 dan 12 tahun atau 13 hingga 26 tahun. Vaksin ini sendiri akan efektif memberikan perlindungan bagi kaum hawa jika wanita belum aktif berhubungan intim.