Labu, Buah yang Kaya Vitamin dan Mineral

DokterSehat.Com – Pada bulan ramadhan seringkali buah labu begitu dicari untuk dijadikan salah satu menu hidangan pada buka puasa. Rasa nya yang begitu nikmat dan juga kandungan labu yang memiliki berbagai vitamin serta mineral membuatnya menjadi hidangan yang pas ketika berbuka puasa tiba.

doktersehat-labu

Menurut beberapa pakar gizi dalam penelitiannya, buah labu sangat kaya akan gizi, terutama berupa vitamin dan mineral. Vitamin yang terkandung di dalam labu yaitu berupa vitamin A dan vitamin C, sedangkan mineral yang banyak didalam labu yaitu berupa kalsium, fosfor, zat besi dan juga natrium serta kalium. Selain kandungan utama diatas labu juga memiliki kandungan lain berupa karbohidrat, protein, serta lemak. Seperti halnya berbagai buah dan sayuran, labu pun juga mengandung serat yang berguna untuk menjaga kesehatan pencernaan dan menghindarkan kita dari sembelit atau susah buang air besar. Ternyata tidak hanya buah labu yang lezat dikonsumsi dan kaya akan nutrisi, tetapi daun labu pun juga lezat dimakan dan kaya akan nutrisi, yaitu berupa kalsium dan fosfor, bahkan kandungan kalsium pada daun labu setara dengan kandungan kalsium pada susu sapi segar, sedangkan kandungan fosfornya melebihi kandungan fosfor dalam susu sapi segar. Bagian lain dari buah labu yang juga dapat bermanfaat bagi kesehatan kita adalah biji labu, biji yang sering dijadikan cemilan berupa kuwaci ini memiliki fungsi sebagai pembasmi penyakit cacing serta meredakan diare, biji labu sendiri juga memiliki kandungan protein dan lemak baik non kolesterol.

Kandungan nutrisi berupa vitamin dan mineral yang begitu banyak membuat labu juga memiliki berbagai kegunaan untuk kesehatan kita, salah satunya berupa antioksidan, antioksidan ini berguna untuk mengurangi radikal – radikal bebas yang ada di tubuh kita agar kita terhindar dari radikal bebas yang dapat mencetuskan berbagai keganasan dalam tubuh kita, fungsi labu yang lain adalah untuk menjaga kesehatan jantung. Kandungan kalsium dapat membantu dalam mencegah seseorang menderita osteoporosis.