Kurangi Risiko Parkinson Dengan Makan Cabai

DokterSehat.Com – Cabai bisa membuat makanan lebih terasa dan berwarna. Lebih dari itu, cabai juga membantu tubuh memenuhi kebutuhan vitamin, membantu mengurangi berat badan, dan manfaat lain.



Mungkin banyak di antara Anda yang menyangka bahwa cabai merupakan keluarga sayuran. Salah, sebab cabai tergolong buahbuahan. Cabai sudah terkenal sejak zaman dahulu dan sekarang para peneliti tengah antusias menemukan manfaat lain cabai selain hanya sebagai penambah rasa semata. Baik pedas maupun tidak, cabai mengandung banyak fitokimia, bahan yang biasa ditemukan pada tanaman.

Seperti dikutip dari www.everydayhealth.com, yang menyatakan bahwa sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran yang secara alami mengandung nikotin seperti cabai merah, cabai rawit dan paprika akan membantu mengurangi risiko terkena penyakit parkinson. Sayur lain yang juga mengandung nikotin adalah kentang, terong, paprika dan tomat.

Secara umum, konsumsi sayur segar memang tidak mempengaruhi tinggi rendahnya Anda mengalami Parkinson, namun penelitian menunjukkan adanya penurunan risiko Parkinson jika Anda mengonsumsi keluarga cabai dan paprika. Mungkin selain kandungan capsaicin, kandungan nikotin dalam cabai juga mampu merangsang produksi dopamin pada otak sehingga menenangkan sistem syaraf.

Dopamin berperan penting dalam mencegah syaraf tertekan dan sebaliknya membuat syaraf rileks yang pada akhirnya memberi efek membuat Anda merasa bahagia. Perasaan ini harus dijaga terutama untuk orang tua agar terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk Parkinson yang menyerang syaraf otak.

Tembakau adalah salah satu tanaman yang memiliki paling banyak nikotin, namun Anda tidak bisa mengonsumsinya Ladies. Ini dikarenakan oleh kandungan lain dalam tembakau yang sangat tidak baik untuk tubuh, terutama kesehatan jantung dan paru. Tembakau bisa jadi penyebab penyakit serangan jantung, stroke, dan bahkan beberapa macam kanker.

Baca Juga:  Kista Juga Penyakit Keturunan

Jadi, cukup konsumsi sayuran yang disarankan saja karena memiliki kandungan nikotin yang sedikit dan masih aman untuk kesehatan.