informasi kesehatan


Kurang Tidur Mengurangi Kemanjuran Vaksin

Kurang Tidur Mengurangi Kemanjuran Vaksin

            

Doktersehat.com – Jangan pernah sepelekan tidur. Riset terbaru mengindikasikan bahwa kurang tidur dapat mengurangi efektivitas pemberian vaksin. Orang yang tidur kurang dari enam jam per malam, 12 kali lipat lebih mungkin tidak terlindungi oleh vaksin dibandingkan mereka yang tidur lebih dari tujuh jam per malam.

Kesimpulan itu dihasilkan dalam sebuah penelitian di Amerika. Peneliti mengukur pola tidur 125 orang dewasa yang menerima tiga suntikan vaksin sebagai proteksi terhadap penyakit hepatitis B. Hasil analisa menunjukkan, sistem kekebalan tubuh peserta yang kurang tidur cenderung lebih sedikit memproduksi antibodi sebagai respons terhadap vaksin.

Dari kajian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa, kurang waktu tidur (bukan kualitas tidur) akan mempengaruhi jumlah antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap vaksin.

“Temuan ini harus menjadi peringatan bagi komunitas kesehatan masyarakat tentang hubungan yang jelas antara tidur dan kesehatan,” kata peneliti,  Aric Prather, dari Robert Wood Johnson Foundation and Society Scholar di University of California.

Hasil temuan ini dipublikasikan pada 1 Agustus 2012 dalam journal Sleep. Menurut Parther, ini adalah temuan pertama di luar laboratorium tidur yang mengkonfirmasi bahwa lamanya waktu tidur dapat mempengaruhi efektivitas vaksin.

“Berdasarkan temuan dan bukti laboratorium, dokter dan profesional kesehatan lainnya yang akan memberikan vaksin harus meminta pasien mereka supaya mendapatkan waktu tidur yang cukup, karena kurang tidur dapat mempengaruhi kemanjuran vaksin,” kata Prather.

National Sleep Foundation merekomendasikan supaya orang dewasa mendapatkan tujuh sampai sembilan jam waaktu tidur per malam. Meski ada hubungan antara tidur dan efektivitas vaksin, namun hal itu tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

Selain itu dampak kurang tidur juga menyebabkan hal-hal seeprti berikut ini :

1. Kecelakaan kerja
Rasa letih akibat kurang tidur jelas mempengaruhi performa di tempat kerja sehingga bisa berdampak pada perkembangan karir atau bahkan kehilangan pekerjaan. Dampak yang lebih buruk bisa terjadi jika bekerja dengan alat berat, sebab risikonya adalah kecelakaan kerja yang bisa menyebabkan kematian.

2.  Obesitas dan serangan jantung
Pola makan yang tidak sehat memang menjadi faktor utama pemicu obesitas, namun pola tidur juga berpengaruh. Rasa letih akibat kurang tidur bisa menghambat poduksi leptin atau hormon penekan nafsu makan, sehingga porsi makan jadi tidak terkontrol. Jika berat badan sudah tak terkendali, risiko serangan jantung bisa muncul sewaktu-waktu.

3. Kecelakaan lalu lintas
Diperkirakan terjadi 100.000 kecelakaan lalu lintas dalam setahun akibat pengendara mengantuk, 15.000 di antaranya memakan korban tewas. Pemicu utama rasa kantuk saat berkendara adalah kelelahan karena kurang tidur.

4. Mudah tersinggung, depresi lalu bunuh diri
Tidur yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk dapat berpikir dengan jernih dan rileks. Kurang tidur bisa membuat seseorang mudah tersinggung dan merasa sedih, yang jika dibiarkan berlarut-larut suatu saat bisa menyebabkan depresi atau dampak yang paling buruk yakni bunuh diri.

5. Diabetes
Berbagai penelitian membuktikan kurang tidur menyebabkan metabolisme makanan terganggu sehingga lebih mudah mengalami kenaikan kadar gula darah. Dampaknya bisa sangat mematikan, mulai dari luka yang sulit disembuhkan hingga kegagalan fungsi ginjal dan serangan jantung.

Sumber : kompas.health.com & http://danzi-unix.blogspot.com

pf button both Kurang Tidur Mengurangi Kemanjuran Vaksin


 
                     

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>