Kurang Minum Mempengaruhi Kinerja Otak

DokterSehat.Com – Kita tentu masih ingat adanya iklan dari air minum kemasan yang cukup populer di Indonesia dimana mereka yang kurang minum air putih akan cenderung kesulitan untuk berkonsentrasi atau mengingat sesuatu. Apakah iklan ini benar adanya? Faktanya, pakar kesehatan menyebutkan jika kita kekurangan asupan air putih, kita memang akan kesulitan untuk berkonsentrasi dan juga fokus. Selain itu, tubuh yang kekurangan cairan juga akan membuat munculnya pusing-pusing, kulit kering, hingga gangguan pada metabolisme tubuh. Air sendiri ternyata memang dibutuhkan tubuh dalam membuat otak berkonsentrasi dan melakukan fungsi kognitif.

shutterstock_326869622 copy

Air sebagai cairan yang menghidrasi tubuh ternyata sangat dibutuhkan untuk kelancaran peredaran darah ke seluruh tubuh, khususnya yang menuju ke bagian otak. Otak yang kaya dengan asupan darah dan juga oksigen tentu akan mampu bekerja dengan lebih baik dan bisa membuat kita berkonsentrasi. Bahkan, jika kita kekurangan cairan tubuh sebesar 1 persen saja, kinerja otak diyakini akan mengalami gangguan dan bisa membuat kemampuan berpikir menurun, sementara itu, kekurangan cairan tubuh yang lebih besar akan berpengaruh besar pada penurunan kekuatan daya ingat dan kemampuan untuk berkonsentrasi.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat sendiri menunjukkan bahwa anak-anak yang jarang mengkonsumsi air putih dan sering terkena dehidrasi akan berpengaruh besar pada kecerdasan anak dan juga kemampuan penyerapan ilmu. Mereka yang kekurangan asupan air putih setidaknya 1,5 persen berat badannya akan mengalami masalah pada suasana hati dan juga gangguan kognitif yang signifikan. Bagi kaum hawa sendiri, kekurangan air putih bisa membuat mereka cenderung lebih mudah lelah, menurunnya produktifitas kerja, hingga stamina yang kedodoran. Bagi mereka yang melakukan aktifitas harian yang menuntut konsentrasi layaknya supir kendaraan umum, kekurangan air putih bisa berimbas fatal karena bisa menyebabkan kecelakaan.