Kunyah Makanan Kuruskan Badan? Apakah Terbukti Secara Ilmiah?

DokterSehat.Com – Pencernaan merupakan proses mengolah makanan mulai dari mulut, lalu ke lambung, usus, dan keluar sebagai feses. Dalam kenyataannya, kita mengunyah hanya beberapa kali, lalu kita telan. Sebenarnya, proses mengunyah itu sepenting apa?

doktersehat-makan-perlahan-pencernaan-penyedap-rasa-tidak-sehat

Proses mengunyah merupakan proses mekanik yang terjadi di mulut melalui kerja otot kunyah dan gigi geligi sehingga makanan mulai melumat. Proses mengnyah seniri memecah makanan menjadi partikel yang lebih kecil.  Namun, tak hanya proses mekanik, di dalam mulut sendiri terdapat proses kimiawi yaitu enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh air liur.

Semakin banyak mengunyah, semakin banyak air liur yang dikeluarkan. Selain itu, semakin banyak mengunyah, semakin lama makanan berada di dalam mulut, sehingga air liur beserta enzimnya memiliki lebih banyakk waktu. Dengan begitu, proses menelan sebelum menuju lambung, yaitu di esofagus, makanan akan lebih “liat” karena proses lubrikasi yang cukup oleh air liur.

Pada penelitian di Cina, sebanyak 14 pria obesitas diteliti untuk melakukan pengunyahan. Kemudian subyek peneliti diajak untuk uji makan sebesar 2200 kJ (kiloJoule) yang terdiri dari 68% karbohidrat, 21% lemak, dan 11% protein dan dikonsumsi dalam 2 sesi. Sesi pertama 15 kunyahan pergigitan, dan sesi kedua 40 kunyahan pergigitan, lalu asing-masin subyek diperiksa efek dari mengunyah berdasarkan konsentrasi hormon pencernaan di plasma.

Dari hasil penelitian, 40 kunyahan menghasilkan intak energi yang lebih rendah daripada 15 kunyahan dan konsentrasi gliren post-pandrial lebih rendah serta meningkatkan hormon peptida-glukagon-like dan konsentrasi kolesistokinin. Hormon-hormon pencernaan tersebut berpengaruh dalam penyerapan makanan, dan menurunkan nafsu makan.  Artinya, semakin banyak mengunyah, kalori yang diserap oleh tubuh akan semakin rendah dan nafsu makan juga akan menurun sehingga mengunyah sebanyak 40 kali akan berguna untuk melawan obesitas. (dr. Ursula Penny)

Baca Juga:  Sebuah Desa di Italia Memiliki Banyak Orang Berusia Panjang, Apa Rahasianya?

Sumber: Li J, Zhang N, Hu L, Li Z, Li R, Li C, Wang S. Improvement in chewing activity reduces energy intake in one meal and modulates plasma gut hormone concentrations inobese and lean young Chinese men. 1. Am J Clin Nutr. 2011 Sep;94(3):709-16. Epub 2011 Jul 20.