Kunci Kesuksesan Diet: Pengendalian Diri

DokterSehat.Com – Banyak orang yang mengeluhkan sulitnya menurunkan berat badan meskipun sudah mencoba berbagai macam program diet. Banyak dari mereka yang berpikir jika mereka mungkin kurang keras dalam melaksanakan diet ketat atau bahkan mencari menu diet yang sekiranya akan lebih baik. Padahal, menurut pakar kesehatan, kunci utama dari kesuksesan diet menurunkan berat badan justru dari sisi psikologis, khususnya dalam hal pengendalian diri.

doktersehat-junk-food

Menurut pakar kesehatan yang juga seorang psikolog bernama Tara de Thouars, M.Psi, perilaku konsumsi makan setiap orang ternyata dipengaruhi besar oleh faktor psikologis. Selain itu, ada faktor-faktor lain yang juga ikut berpengaruh pada pola makan seseorang, baik itu merupakan faktor budaya, kepribadian, kebiasaan hingga pikiran bawah sadarnya. Tara pun memberikan contoh pada kita, orang Indonesia, yang cenderung sangat sulit untuk menolak jika ditawari makanan, khususnya mereka yang cenderung berjiwa ekstrovert. Hal ini dikarenakan adanya godaan untuk mencicipi rasa dan kenikmatan dari makanan tersebut. Hal ini tentu akan sangat berat untuk dilawan mereka yang sedang melakukan program diet penurunan berat badan.

Tara menyebutkan jika ada sebuah penelitian yang melibatkan 462 pasien yang mengalami kegemukan. Tahukah anda, 54 persen diantaranya ternyata mengalami masalah pada hal pengendalian diri. Pengendalian ini sendiri bisa dijabarkan sebagai keinginan atau hasrat untuk ingin mencicipi makanan. Seringkali banyak orang yang mengalami kegemukan ternyata disebabkan oleh masalah binge eating atau yang kerap kita sebut sebagai lapar mata. Sayangnya, saat melakukan program diet, Ia masih belum mampu menahan diri dari masalah lapar mata ini sehingga program dietnya pun cenderung gagal.

Tara pun menyarankan mereka yang ingin menurunkan berat badan untuk lebih baik dalam menahan diri. Ada trik yang bisa dipakai agar kita bisa lebih efektif dalam hal menahan diri, layaknya baru mulai makan jika perut sudah merasa lapar, atau setidaknya mulai mempelajari teknik relaksasi dengan menahan nafas panjang yang akan membantu kita lebih mempertimbangkan logika alih-alih emosi yang bisa membuat kita tidak mampu mengendalikan diri dalam program diet kita.