Kortikosteroid Inhalasi dan Efek Sistemiknya pada Anak

DokterSehat.Com – Kortikosteroid inhalasi (KSI) telah dikenal di kalangan dokter sebagai terapi yang efektif untuk mengatasi penyakit saluran pernapasan kronik, seperti asma, fibrosis kistik, dan rhinitis alergi. Pada anak, KSI dianggap lebih aman daripada kortikosteroid oral (KS oral) karena efek samping sistemiknya yang tidak sebanyak KS oral, dimana pada penggunaan KS oral sering dilaporkan terjadinya gangguan pertumbuhan, diabetes melitus, dan gangguan ginjal.

doktersehat-anak-kecil-asma

Seiring dengan berkembangnya alat dan formulasi KSI, efek samping lokal semakin berkurang. Di sisi lain, sifat-sifat yang terdapat pada KS oral justru muncul pula pada KSI. Beberapa kasus dilaporkan dan menunjukkan penyebabnya adalah penggunaan KSI dalam jangka waktu lama.
Saat ini telah tersedia bermacam-macam sediaan KSI, sebut saja metered-dose inhaler, dry powder inhaler, dan nebulizer. Metered-dose inhaler merupakan alat KSI yang paling sering dipakai untuk mengontrol serangan asma. Alat ini dibuat dengan tujuan mengurangi deposisi kortikosteroid di mulut dan meningkatkan distribusi ke paru. Dengan berkurangnya deposit kortikosteroid di mulut, efek samping lokal sepeti kandidiasis, faringitis, dan batuk dapat diminimalisasi.

Tujuan meningkatkan distribusi ke paru adalah agar kerja obat lebih baik. Namun, hal ini juga meningkatkan jumlah deposit kortikosteroid di paru. Deposit ini merupakan sumber utama untuk absorpsi sistemik yang nantinya menimbulkan efek samping sistemik, baik berupa supresi aksis HPA, diabetes melitus, maupun gangguan pertumbuhan. Namun hal ini dapat diperbaiki dengan membuat formulasi yang meningkatkan ikatan deposit obat dengan protein sehingga hanya sedikit yang terabsorpsi ke sistemik.

Hingga saat ini KSI masih aman dan efektif, namun kemungkinan terjadinya efek samping sistemik tetaplah ada. Sehingga sebaiknya KSI tidak diberikan dalam jangka waktu yang lama dan dokter harus teliti memperhatikan kapan perlu dilakukan pengurangan dosis secara bertahap sesuai dengan guideline. Selain itu, telah dibuat rekomendasi untuk pemeriksaan tambahan seperti, kadar kortisol, glukosa darah, dan densitas mineral tulang, guna mempermudah dokter mendeteksi kemungkinan terjadinya efek samping akibat penggunaan KSI. Rekomendasi ini terutama dilakukan apabila akan memulai pemberian obat, memulai menaikkan dosis atau apabila pasien menunjukkan gejala efek samping sistemik setelah pemberian KSI.

Baca Juga:  Tidak Ingin Mata Kering, Jangan Lakukan Hal-Hal Berikut

 

Sumber: Journal Jama Pediatrics