Kontraksi Selama Hamil

DokterSehat.com – Saat hamil ibu sering mengalami kontraksi otot-otot rahim akibat meningkatnya hormon oksitosin di akhir kehamilan dan bertambahnya reseptor hormon tersebut dalam rahim.



Saat terjadi kontraksi, rahim akan meregang dan mengecil sehingga membuat bayi terdorong menuju saluran kelahiran. Sehingga ibu seakan-akan terasa seperti akan melahirkan. Sebenarnya selama hamil seringkali terjadi kontraksi, seperti berikut ini:

Kontraksi Dini

Kontraksi ini biasa terjadi pada trimester pertama kehamilan. Pada kondisi ini tubuh sedang menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan selama kehamiln berlangsung. Kontraksi di awal kehamilan ini terjadi karena ligamen di sekitar rahim meregang dan biasanya disertai perut kembung, dehidrasi, dan konstipasi. Bila kontraksi disertai bercak darah maka segera periksakan diri ke dokter.

Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu atau Braxton-Hicks terjadi pada saat usia kehamilan berjalan 32-34 minggu. Kontraksi ini bisa muncul tiba-tiba setiap 30 menit sekali dengan durasi kontraksi sekitar 30 detik. Kontraksi ini terasa seperti kram saat haid. Bila kontraksi tidak berlanjut dan kekuatannya melemah maka Anda tidak akan melahirkan dalam waktu tersebut. Tapi, bila kontraksi makin kuat dan interval makin pendek maka bisa pertanda bahwa Anda akan segera melahirkan.

Kontraksi Saat Berhubungan

Kontraksi juga bisa terjadi saat melakukan hubungan seks. Jika ingin berhubungan intim pastikan dulu bahwa kehamilan Anda dalam kondisi sehat. Kontraksi ketika melakukan hubungan seks tidak akan menyebabkan kelahiran prematur, selama kehamilan Anda sehat tanpa komplikasi.

Kontraksi Sebenarnya

Menjelang waktu melahirkan biasanya ditandai dengan kontraksi yang berlangsung selama 40-60 detik, dan terjadi setiap 10 sampai 20 menit bahkan satu jam dan kontraksi akan lebih sering terjadi lagi. Kontraksi akan disertai keluarnya cairan atau lendir berwarna kecoklatan yang merupakan pertanda bahwa Anda akan melahirkan.

Baca Juga:  Kanker Serviks Juga Bisa Menyerang Wanita Muda

Kontraksi di atas termasuk ke dalam kontraksi normal dan biasa terjadi pada masa kehamilan.