Konsumsi Tahu dan Produk Kedelai Ternyata Berpengaruh Buruk Bagi Kualitas Sperma Pria

DokterSehat.Com – Tahu dan berbagai produk kedelai lainnya adalah makanan yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain harganya yang murah, produk dari bahan kedelai memang cenderung sangat nikmat untuk dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari. Sayangnya, dibalik kenikmatan makanan ini, pakar kesehatan menyebutkan jika tahu dan produk kedelai lainnya ternyata kurang baik bagi kesehatan pria. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-tahu-putih-kukus-sehat-pencegah-kanker

Fakta ini didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dr. Fransisco Dominguez yang berasal dari University of Valencia, Spanyol. Menurut beliau, andai pria mengkonsumsi tahu atau produk kedelai lainnya dalam jumlah yang sangat berlebihan, maka dikhawatirkan di dalam tubuhnya akan memiliki bahan kimia dari kedelai yang ternyata mampu menurunkan kualitas sperma. Kandungan bahan kimia yang disebut sebagai fitoestrogen ini ternyata memiliki sifat yang mirip layaknya hormon yang ada dalam tubuh wanita dan andai jumlahnya berlebihan, fungsi sel sperma pun akan menjadi semakin melambat dan hal ini tentu akan berimbas buruk bagi kualitas sperma sekaligus kesuburan pria secara kesuluruhan.

Selain mampu mengganggu kualitas sperma, konsumsi produk kedelai yang berlebihan sebelumnya juga tidak disarankan bagi ibu hamil. Banyak orang yang percaya jika kedelai memiliki kandungan hormon estrogen yang diyakini kurang baik bagi kesehatan ibu hamil, khususnya yang mengandung janin berjenis kelamin laki-laki. Namun, pakar kesehatan dr. Hari Nugroho, SpOG dari RSUD Dr. Soetomo, menyebutkan jika hal ini tidak benar adanya. Menurut beliau, kedelai tak memiliki hormon estrogen, namun, memiliki kandungan isoflavon yang memiliki sifat mirip layaknya estrogen.

Menurut dr. Hari yang merupakan pakar kesehatan kandungan ini, asalkan konsumsi produk kedelai tidak terlalu berlebihan, maka kondisi kesehatan kehamilan cenderung tetap aman. Hanya saja, ada baiknya memang ibu hamil tidak mengkonsumsi susu kedelai andai Ia memiliki alergi pada bahan makanan ini.