Konsumsi Serat Masyarakat Indonesia Masih Rendah

DokterSehat.Com – Sebagaimana asupan makanan lainnya, serat juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tanpa adanya serat, kita bisa memiliki masalah pada saluran pencernaan dan bisa mendapatkan sembelit. Serat sendiri cukup mudah ditemukan pada makanan sehari-hari layaknya sayuran atau buah-buahan. Sayangnya, tidak semua orang menyukai makanan sehat ini dan lebih memilih makanan yang berlemak atau memiliki kandungan gula tinggi karena terasa lebih enak.

doktersehat-anak-makan-sehat

Sebuah penelitian yang dirilis oleh jurnal Food Neophobia and Pickcy/ fussy Eating in Children menunjukkan fakta menarik dimana salah satu penyebab orang tidak menyukai sayur dan buah-buahan adalah karena saat dulu sebelum berusia 18 bulan tidak dikenalkan makanan yang bervariasi dan sehat oleh orang tuanya. Di Indonesia sendiri, meskipun kita memiliki pasokan bahan sayuran dan buah-buahan melimpah, tercatat konsumsi serat masyarakat masih termasuk cukup rendah. Bahkan, kecenderungan orang Indonesia kurang menyukai sayuran dan buah-buahan sudah dimulai sejak usia anak-anak dan orang tua pun memiliki kecenderungan membiarkan anaknya kekurangan serat dengan alasan asalkan anaknya mau makan.

Catatan yang dikeluarkan badan kesehatan dunia WHO atau World Health Organization menunjukkan jika konsumsi sayuran dan buah-buahan masyarakat Indonesia hanyalah 34,55 kg per tahun atau setidaknya 2,5 jenis setiap harinya. Jumlah ini bahkan jauh dari separuh standar asupan serat dunia yang ditetapkan FAO, badan pangan dunia untuk setiap orang per tahun. Di Indonesia sendiri, catatan dari jurnal Gizi dan Pangan yang dikeluarkan Maret 2014 menunjukkan jika anak-anak kini hanya mengkonsumsi separuh dari anjuran serat harian yang dianjurkan dimana anak-anak yang tinggal di kota akan cenderung lebih jarang mengkonsumsi buah dan sayuran jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di area pedesaan.

Baca Juga:  Ekor Kucing - Pengobatan Alternatif

Untuk meningkatkan minat konsumsi sayuran dan buah-buahan, pakar kesehatan menyarankan setiap orang tua untuk mengenalkan makanan ini semenjak usia sangat dini secara bertahap. Dengan pengenalan varian makanan berserat, anak pun akan terbiasa mengkonsumsi makanan serat dan tidak akan menolak makanan ini di saat usianya bertambah hingga usia dewasa nantinya.