Konsumsi Kedelai Bagi Pria Bisa Membuatnya Menjadi Feminin, Benarkah?

DokterSehat.Com – Tempe adalah salah satu makanan yang paling disukai di tanah air. Hampir di semua warung-warung atau bahkan restoran kelas atas akan menyediakan makanan yang gurih ini. Makanan yang terbuat dari bahan kedelai ini memang terasa enak, berharga murah, sekaligus memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga banyak disukai oleh siapa saja. Sayangnya, ada sebuah isu yang belakangan hangat tentang makanan yang terbuat dari bahan kedelai layaknya tempe ini, khususnya bagi kaum pria. Mitos ini berkata jika konsumsi kedelai bisa membuat pria cenderung lebih feminin. Apakah hal ini benar adanya?

doktersehat-tahu-kedelai-protein-tempe

Banyak orang yang berpikir jika kandungan isoflavon pada makanan kedelai mampu membuat pria menjadi lebih feminin. Bagaimana tidak, isoflavon memiliki kecenderungan mirip dengan hormon estrogen yang identik sebagai hormon wanita. Hal ini berarti jika kita banyak mengkonsumsi makanan dari bahan kedelai, ada kemungkinan kita mengalami pembesaran payudara atau bahkan masalah ereksi karena banyaknya hormon wanita dalam tubuh, bukan?

Sayangnya asumsi ini dibantah keras oleh para pakar kesehatan tanah air. Prof. Hardinsyah, MS, PhD yang merupakan pakar gizi anah air menyebutkan jika mitos ini sangatlah mengada-ada. Untuk membuktikan hal ini, beliau bahkan mengadakan percobaan pada tikus percobaan jantan yang kerap diberi asupan kedelai dalam dosis tinggi. Hasilnya? Tikus ini sama sekali tidak menjadi feminin atau bahkan berperilaku layaknya tikus betina sama sekali.

Penelitian lain di Jepang bahkan menegaskan jika mitos ini sama sekali tidak benar. Isoflavon ternyata tidak berpengaruh sama sekali bagi sperma dan bahkan fungsi tiroid. Alih-alih khawatir, pecinta kedelai justru harus bersyukur karena kandungan ini justru akan membuat tubuh lebih baik dalam mencegah penyakit jantung. Jadi, kita pun bisa mengkonsumsi makanan yang terbuat dari bahan kedelai layaknya tempe dengan jauh lebih tenang sekarang.