Konsumsi Daging Merah Tingkatkan Risiko Endometriosis

DokterSehat.Com– Hasil penelitian di Italia terhadap 500 wanita sehat dan 500 wanita yang menderita endometriosis dengan usia dan latar belakang yang sama menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi daging merah lebih dari tujuh kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko untuk menderita endometriosis. Sedangkan wanita yang mengkonsumsi daging setiap hari memiliki risiko dua kali lipat lebih besar dibanding dengan wanita yang mengkonsumsi sedikit daging dan banyak makan sayur dan buah.

doktersehat-daging-merah-gagal-ginjal-picu-obesitas

Wanita yang mengkonsumsi daging dengan kategori jumlah terbanyak (daging sapi, daging merah lainnya dan daging ham), meningkat risikonya 80 hingga 100% untuk menderita endometriosis. Wanita yang mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan segar, risiko untuk menderita endometriosis hanya sekitar 40%.

Endometriosis adalah suatu keadaan dimana jaringan endometrium yang seharusnya hanya ada dalam rahim tumbuh di luar rongga rahim misalnya di jaringan antara rectum dan vagina, permukaan rectum, tuba, indung telur, jaringan penggantung, kandung kemih dan di dalam rongga panggul. Keadaan ini menimbulkan rasa nyeri pada saat haid dan aktivitas hubungan suami istri, haid yang tidak teratur dan perdarahan yang lama. Endometriosis dapat menyebabkan mandul (infertilitas) pada wanita.

Hormon estrogen meningkatkan pertumbuhan jaringan endometrium. Makanan yang mengandung fitoestrogen (seperti kacang kedelai, sayuran hijau dan kacang-kacangan) menurunkan kadar estrogen dalam darah sehingga diduga dapat melindungi kita dari penyakit-penyakit seperti endometriosis dan kanker indung telur. Sedang makanan yang tinggi akan lemak jenuh akan meningkatkan konsentrasi estrogen dalam darah sehingga dapat memacu pertumbuhan endometrium yang berlebihan.