• November 17, 2017 at 6:39 pm #84005
    husniw
    Participant

    Dokter terhormat,

    Saya sudah beberapa kali berobat ke dokter spesialis syaraf, bahkan sudah menjalanin EMG (Electromyograph) Test, dan MRI Lumbar… Dengan hasil EMG “Pemeriksaan KHS kedua lengan didapatkan pemanjangan latensi motorik N, 4.5ms < Medianus bilateral < 6.5ms, KHS motorik Medianus normal, beda latensi lumbrikals interosel > 0.4ms. SNAP medianus kiri tidak muncul. N Ulnaris bilateral normal”. Sedangkan hasil MRI Lumbar “Kurva tulang baik, tidak menunjukan listhesis, bentuk corpus vertebrae intact, tidak tampak kompresi fraktur, signal intensity tulang baik, tidak mencurigakan lesi erosi/destruksi, spur tidak menonjol. Intrathecal tidak tampak kelainan, cauda equina dan conus medularis baik”.
    Saya juga diberikan resep obat Provel YN 75mg dan Methyprednisolon 4mg.

    Pertanyaan saya menurut dokter apakah ada cara untuk mengobati penyakit saya tersebut diatas? Pernah ada dokter syaraf mengatakan saya menderita CTS (Carpal Tunnel Syndrome), dan saja sudah menjalani fisioterapi namun tidak sumbuh. Rasa kebas tangan kiri makin hari makin terasa, apalagi tangan diangkat, umpama pegang telepon, maka akan segera terasa kebas menjalar seluruh tangan kiri.

    Mohon saran dokter.

    Terima kasih…

    Regards,
    Husni Widianto
    08161117505

    November 17, 2017 at 7:44 pm #84014

    Selamat malam Pak Husni,

    Terima kasih atas pertanyaannya.

    Apakah sudah pernah dilakukan pemeriksaan kadar gula darah atau HBA1c?

    Dari keluhan dan hasil expertisi pemeriksaan yang anda bagikan, kami dapatkan kesan tidak ada jepitan pada tulang belakang dan didapati perbedaan latensi pada nervus medianus.

    Nervus medianus merupakan saraf yang menuju telapak tangan dan dapat terjepit oleh otot disekitarnya yang meradang, sehingga menimbulkan gejala yang disebut carpal tunnel syndrome (CTS).

    Kesemutan yang terjadi masih bisa disebabkan karena CTS ataupun adanya neutopati (bila gula darah tinggi).

    Silakan kontrol kembali ke Dokter Sp Saraf yang memeriksa anda, untuk evaluasi pengobatan.

    Semoga bermanfaat dan membantu.
    Terima kasih.

    November 17, 2017 at 9:27 pm #84015
    husniw
    Participant

    Terima kasih Dokter Eko B atas tanggapan nya…

    Nilai laboratorium yang dilakukan pada tanggal 10 Juni 2017 seperti berikut:

    Glukosa Darah Puasa adalah 93 dari nilai normal 70-110
    Glukosa Urine Puasa adalah Negatif
    Glukosa Darah 2 Jam PP adalah 134 dari nilai normal 70-140
    Glukoas Urine PP adalah Negatif
    HbA1c adalah 6.40 dari nilai normal 4.80-6.90
    Kolesterol Total adalah 182 dari Normal (Nilai <200), Tinggi (200-239), dan High (>240)
    LDL(direk) adalah 130 dari nila Normal 100mg/dl
    HDL(direk) adalah 46 dari nilai Low (<=40) dan High (>=60)
    Trigliserida adalah 121 dari nilai Normal (<=150), Borderline (150-199), dan High (200-499)
    Asam Urat adalah 6.5 dari nilai 3.5-7.2

    Fisioterapi dan obat Provel YN 75mg dan Methyprednisolon 4mg ternyata tidak mengurangi rasa kebas, dan jika saya kontrol kembali ke dokter spesialis syaraf, apakah akan ada metode lain dari dokter SpS selain diberikan obat lain?

    Mohon pencerahan dan saran…

    Terima kasih

    Regards,
    Husni Widianto

    November 17, 2017 at 9:29 pm #84016
    husniw
    Participant

    Maaf… Ralat HbA1c

    HbA1c adalah 6.40 dari nilai normal 4.80-5.90

    Terima kasih

    November 18, 2017 at 12:52 pm #84036

    Selamat siang,

    Terima kasih atas pertanyaannya.

    Dari hasil laboratorium yang anda bagikan, masih tergolong wajar, dan tidak menunjukkan keadaan diabetes sehingga kesemutan bukan disebabkan karena neuropati DM.

    Untuk pengobatan selanjutnya, sebaiknya obat dan fisioterapi dilanjutkan.

    Dapat dicoba ditambahkan vitamin B kompleks yang dijual secara umum di apotik.

    Semoga bermanfaat dan membantu.
    Terima kasih.

    November 21, 2017 at 7:50 pm #84317
    husniw
    Participant

    Terima kasih dokter atas tanggapan nya…

    Saya masih ada beberapa pertanyaan di bawah:

    1. Hasil HbA1c adalah 6.40 dari nilai normal 4.80-5.90 menunjukan hasil telah melewati nilai normal, apakah saya sudah dianggap memasuki tahap menderita DM tipe-2 dan saya harus mulai benar2 memperhatikan dan mengurangi asupan gula khusus nya refined sugar? Atau masih tergolong wajar?
    2. Berapakah nilai HbA1c atau persentase kelebihan dianggap serius menderita DM tipe-2 ataukah harus ditegakkan dengan diagnosa lain seperti ginjal atau urine, dll ?
    3. Menurut anjuran dokter, saya telah membeli vitamin B complex merek THERAGAN-M, namun menurut orang apotik, vitamin tersebut boleh bebas diminum kapan saja ketika terasa capek. Sedangkan menurut informasi inkasi obat disebutkan manfaat THERAGAN untuk kekurangan vitamin sebelum dan sesudah operasi, pada masa penyembuhan. Apakah vitamin tersebut cocok buat saya? Berapa banyak vitamin tersebut harus dikonsumi? Berapa kali sehari?

    Mohon pencerahan nya…

    Terima kasih dokter..

    November 21, 2017 at 10:32 pm #84320

    Selamat malam,

    Terima kasih atas pertanyaannya.

    Hasil HbA1c pada orang normal memang memiliki batas 6.0. sedangkan pada pasien DM dalam pengobatan, diharapkan HbA1c bisa dibawah 6,5-7.0
    Bila melihat dari hasil laboratorium anda, memang belum parah,
    tetapi bila meninjau berta badan dan tinggi badan anda, didapati indeks massa tubuh 33,56 tergolong obesitas, dan pada keadaan obesitas, maka anda sangat rentan mengalami diabetes tipe 2.

    Sebaiknya hindari penggunaan gula pasir, dan juga hindari minuman manis/kemasan, karena cenderung tinggi gula, sebaiknya berolahraga secara teratur dan menurunkan berat badan, berat badan ideal anda 72-75kg.

    Obat suplemen vitamin b kompleks yang anda beli aman untuk diminum, dapat diminum 1x sehari sehabis makan, selain itu juga banyak minum air putih

    Semoga bermanfaat dan membantu.
    Terima kasih.

    November 23, 2017 at 12:58 pm #84499
    husniw
    Participant

    Terima kasih dokter Eko…

    Vitamin B Complex perlu diminum untuk jangka waktu berapa lama? Apa patokan nya? Apakah musti cek darah lagi atau apa inkator yang bisa mengatakan bahwa saya sudah cukup konsumsi Vitamin B Complex nya sehingga bisa berhenti konsumsi vitamin tersebut?

    Mohon pencerahan nya…

    Terima kasih

    November 23, 2017 at 1:11 pm #84501

    Selamat siang,

    Terima kasih atas pertanyaannya.

    Konsumsi vitamin B kompleks dapat dihentikan sewaktu-waktu, semisal bila gejala kesemutan yang anda alami membaik.

    Atau bila amda ingin mengkonsumsi secara berkala dapat diminum setiap 2-3 hari sekali.

    Semoga bermanfaat dan membantu.
    Terima kasih.


Anda harus masuk/ mendaftar akun baru untuk mengirimkan pesan

Login Register