Konstipasi pada Anak – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

doktersehat-konstipasi-anak

Konstipasi atau sembelit adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat buang air besar secara teratur. Walaupun konstipasi adalah sesuatu yang tidak sering terjadi, beberapa individu dapat mengalami konstipasi yang kronis atau berkepanjangan. Secara umum, seseorang bisa dianggap mengalami konstipasi apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Penyebab Konstipasi

Penyebab konstipasi pada seseorang bisa lebih dari satu faktor. Misalnya, kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan, serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar, efek samping obat-obatan, dan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Sementara pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.

Untuk diketahui, konstipasi kronis memiliki beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya:

  • Gangguan pada otot yang terlibat dalam buang air besar. Gangguan pada otot dasar panggul yang berperan pada gerakan usus dapat menyebabkan konstipasi kronis. Masalah ini dapat mencakup kesulitan relaksasi pada otot dasar panggul yang membantu proses buang air besar, kesulitan otot pelvis untuk mengoordinasikan relaksasi dan kontraksi otot, serta meningkatnya kelemahan otot dasar panggul.
  • Kondisi yang memengaruhi hormon di dalam tubuh. Hormon membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Penyakit dan kondisi yang mengganggu keseimbangan hormon dapat menyebabkan konstipasi, termasuk diabetes, hiperparatiroidisme, dan hipotiroidisme.
  • Gangguan persarafan di sekitar usus besar dan rektum. Kelainan neurologis dapat memengaruhi persarafan yang menyebabkan kontraksi otot pada usus besar dan gerakan feses melalui usus. Hal ini dapat disebabkan oleh stroke, cedera saraf tulang belakang, dan beberapa kelainan neurologis lainnya.

Gejala Konstipasi

Gejala utama konstipasi adalah kesulitan buang air besar dengan frekuensi yang lebih jarang dari biasanya (kurang dari tiga kali dalam seminggu). Sementara sejumlah tanda-tanda umum yang menyertai gejala utama meliputi:

  • Sakit perut dan kembung.
  • Pendarahan ketika buang air besar.
  • BAB di celana.
  • Mengejan saat buang air besar.

Kadang-kadang anak yang sembelit dapat mengalami diare sehingga hal ini akan membingungkan orang tua. Apa yang terjadi di sini adalah bahwa adanya tinja padat yang terjebak dalam rektum, dan tinja yang agak cair dapat lewat di sekitar tinja yang padat.

Konstipasi juga sering dialami oleh bayi dengan gejala yang mirip dengan orang dewasa. Tetapi ada beberapa gejala lain yang mungkin akan dialami oleh anak-anak dan bayi, seperti sering mengeluarkan bercak-bercak di celana karena tinja yang menumpuk di rektum, tinja atau kentut berbau busuk, serta cenderung terlihat lemas, rewel atau murung.

Berikut ini adalah beberapa penyebab konstipasi pada anak:

  • Menunda buang air besar. Ini berarti bahwa anak sedang mencoba untuk menahan buang air besar—mungkin karena dia tidak ingin menggunakan toilet di tempat-tempat tertentu atau mungkin karena dia memiliki pengalaman menyakitkan tentang kamar mandi.
  • Diet yang rendah serat.
  • Efek samping dari obat tertentu.

Penanganan Konstipasi

Ada tiga pengobatan utama yang bisa dilakukan untuk mengatasi kasus sembelit:

  • Obat pelunak tinja.

Cara ini aman pada anak-anak, tetapi harus digunakan di bawah pengawasan dokter anak. Kesalahan umum orang tua yang menggunakan pelunak tinja untuk sembelit adalah tidak menggunakan dosis yang cukup besar, atau menghentikannya terlalu cepat. Misalnya, Anda mungkin berpikir bahwa Anda dapat menghentikan memberikan pelunak feses setelah buang air besar pertama kali tampak normal, akan tetapi berhenti yang terlalu cepat ternyata dapat membawa masalah lain pada anak Anda.

Beberapa anak mungkin perlu untuk tetap menggunakan pelunak feses selama beberapa minggu. Dokter dapat menyarankan tentang jadwal pemberian dosis yang tepat untuk anak.

  • Diet tinggi serat dengan banyak cairan.

Banyak konsumsi buah-buahan, sayuran, sereal tinggi serat, roti gandum (minimal 3-5 gram serat per porsi), dan berbagai kacang-kacangan. Selain itu, makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan yang baik. Yang harus menjadi catatan, jika anak Anda makan banyak makanan kaya serat tetapi tidak mendapatkan cukup cairan, Anda dapat membuat masalah lebih buruk. Anak harus minum banyak air sepanjang hari, bersama dengan beberapa gelas susu. Batasi minuman manis yaitu 4 ons sehari pada anak-anak yang belum sekolah dan 6-8 ons pada anak-anak usia sekolah.

  • Waktu toilet yang teratur.

Doronglah  anak Anda untuk menggunakan toilet di pagi hari dan setelah makan. Terutama untuk anak yang lebih kecil, Anda mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mengatakan saja kepada anak dengan ringan, jangan memaksa atau meminta.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, Anda dapat menggabungkan ketiga pendekatan ini. Diet tinggi serat tidak mungkin menyelesaikan kasus sembelit tanpa bantuan pelunak feses; di sisi lain, setelah anak Anda berhenti menggunakan pelunak feses, dan ia tetap pada diet rendah serat dan tidak cukup mendapatkan cairan yang sehat, masalah tersebut mungkin terjadi lagi.