Komponen Ajaib Inilah yang Membuat ASI Bisa Mencerdaskan Anak

DokterSehat.Com– Kita tentu kerap melihat iklan di televisi atau media lainnya yang menyebutkan bahwa susu formula tertentu memiliki kandungan bisa membuat anak menjadi semakin cerdas dan sehat. Iklan-iklan ini seakan-akan menunjukkan bahwa susu formula memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan susu lainnya. Padahal, kemampuan susu formula dalam membuat anak semakin cerdas ini tetap saja masih kalah jika dibandingkan dengan ASI.

doktersehat-asi-ibu-menyusui-anak-cerdas

Telah banyak penelitian kesehatan yang berhasil mengungkap statistik dimana anak-anak yang mendapatkan ASI secara eksklusif cenderung lebih cerdas saat tumbuh lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan ASI. Sebagai contoh, laman askdrsears menyebutkan bahwa anak yang mendapatkan ASI saat masih bayi cenderung memiliki IQ 7 hingga 10 angka lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi susu formula.

Memang, perkembangan kecerdasan ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik, interaksi emosi saat menyusui, hingga pendidikan orang tuanya. Hanya saja, pakar kesehatan menyebutkan bahwa faktor ASI memang sangat kuat dalam menentukan kecerdasan otak mengingat di dalam ASI ada tiga komponen ajaib yang bisa membuat perkembangan intelektualnya menjadi maksimal. Apa sajakah komponen tersebut?

DHA
Kita tentu kerap mendengar komponen ini pada iklan susu formula sebagai faktor utama pendukung kecerdasan anak. DHA atau docasahexaenoic acid ini sebenarnya adalah sejenis asam lemak omega 3 yang bisa membantu perkembangan jaringan pada otak. ASI ternyata memiliki kandungan DHA yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang ada dalam susu formula. Karena alasan inilah bayi yang mendapatkan ASI bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Laktosa
ASI memiliki komponen gula utama berupa laktosa. Saat diminum, tubuh bayi akan memecah laktosa ini menjadi molekul glukosa dan galaktosa. Galaktosa inilah yang ternyata memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan jaringan otak.

Baca Juga:  Seberapa Lama ASI Perah Boleh Disimpan?

Kolesterol
Kerap dianggap sebagai penyebab masalah kesehatan bagi orang dewasa, kolesterol justru memiliki peran besar bagi perkembangan tubuh bayi. Proses pembentukan jaringan saraf, termasuk yang ada pada otak dan menentukan perkembangan kecerdasan otak ternyata membutuhkan kolesterol yang ada dalam ASI ini.

Untuk membuat anak tumbuh menjadi anak yang cerdas, ada baiknya bayi mendapatkan ASI hingga dua tahun sehingga perkembangan sel-sel otaknya berjalan dengan maksimal. Untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi di dalam ASI ini, Kementerian Kesehatan bersama dengan program Gerakan Nasional Sadar Gizi menyarankan ibu menyusui untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang agar ASI yang dikonsumsi oleh bayi juga yang berkualitas. Sebagai contoh, ibu bisa memperbanyak asupan makanan yang kaya DHA seperti ikan salmon atau ikan tuna. Selain itu, pastikan untuk selalu mendapatkan asupan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup setiap hari.

doktersehat-promkes-pekan-asi-sedunia