Komplikasi Yang Bisa Disebabkan Oleh Anemia Defisiensi Besi

DokterSehat.Com – Anemia defisiensi besi adalah kondisi kekurangan nutrisi yang umum terjadi pada orang di segala usia, termasuk anak-anak. Sebagian besar kasus anemia terjadi di negara yang masih berkembang termasuk Indonesia. Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang paling umum.



Penyebab

Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Di bawah ini akan dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan anemia defisiensi besi :

• Malanutrisi
Kurangnya asupan zat besi dalam makanan menjadi penyebab anemia nomor satu di Indonesia. Jarangnya memvariasikan menu makanan menjadi faktor utama yang menyebabkan anemia. Penderita anemia perlu meningkatkan jumlah konsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan membuat menu makanan yang memenuhi konsep ‘pedoman gizi seimbang. Makanan seperti bayam, tahu, brokoli, ikan, dan daging merah memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

• Talasemia
Talasemia adalah penyakit genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat hemoglobin dan sel darah merah di bawah normal. Tingkat penderita talasemia di Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik, penderita talasemia berisiko tinggi untuk mengalami anemia.

• Masa kehamilan dan kebutuhan zat besi yang meningkat
Masa kehamilan adalah waktu yang paling riskan bagi wanita untuk terkena anemia defisiensi besi. Ada beberapa wanita hamil membutuhkan suplemen penambah zat besi. Ada juga wanita yang hanya perlu meningkatkan jumlah zat besi dalam menu makanannya. Pada saat hamil, kebutuhan zat besi wanita meningkat karena pertumbuhan janin membutuhkan zat besi yang diserapnya dari darah sang ibu.

Pendarahan yang berlebihan pada saat melahirkan juga bisa memicu munculnya anemia defisiensi besi pada wanita.

• Pendarahan secara berlebihan saat menstruasi
Menstruasi atau haid adalah penyebab yang umum dari anemia defisiensi besi pada wanita yang berada dalam masa produktif atau subur. Anemia akan muncul ketika terjadi pendarahan secara berlebihan pada beberapa siklus menstruasi. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah menorrhagia.

• Makanan obat-obatan yang menghambat penyerapan zat besi
Kebiasaan orang Indonesia yang suka mengonsumsi teh dan kopi bisa menghambat penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Cokelat memiliki dampak yang sama dalam menghambat penyerapan zat besi. Jenis-jenis makanan ini mengandung zat tanin, oxalate dan phytate yang menghalangi proses penyerapan zat besi di sistem pencernaan tubuh.

Obat sakit maag yang dikenal sebagai antasida juga memiliki efek yang sama. Antasida dapat mengurangi produksi asam lambung, padahal agar dapat diserap oleh usus, kandungan zat besi di dalam makanan perlu dipaparkan asam lambung terlebih dahulu.

• Efek samping obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS)
Selain itu, pemakaian ibuprofen dan aspirin dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan pendarahan pada sistem pencernaan. Kedua obat ini digolongkan dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). OAINS memiliki efek samping yang bisa menyebabkan tukak atau luka pada dinding lambung atau. Jika dibiarkan, luka pada lapisan dinding lambung bisa mengalami pendarahan terus-menerus dan secara perlahan-lahan sehingga akhirnya menyebabkan anemia.

Baca Juga:  Wanita di Inggris ini Memiliki Ginjal yang Berusia 100 Tahun dan Tetap Hidup Sehat

• Infeksi cacing tambang
Cacing tambang adalah parasit yang hidup di dalam usus halus manusia. Banyak orang yang terinfeksi cacing tambang dan tidak menyadarinya karena tidak memiliki gejala yang signifikan. Cacing tambang menyerap dan mencerna sel darah merah dari dinding usus halus. Infeksi yang parah bisa menyebabkan kehilangan selera makan, penurunan berat badan, kelelahan, dan anemia defisiensi besi. Jika dibiarkan, infeksi cacing tambang pada akhirnya bisa mengganggu perkembangan mental, intelektual dan kognitif anak.

Gejala

• Mudah atau lebih cepat lelah.

• Kurang berenergi.

• Sesak napas.

• Pusing dan sakit kepala.

• Kaki dan tangan terasa dingin.

• Sensasi kesemutan pada kaki.

• Lidah membengkak atau terasa sakit.

• Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terkena infeksi.

• Sakit pada dada.

• Jantung terasa berdetak dengan cepat.

Komplikasi

Jika anemia defisiensi besi tidak ditangani dengan tepat, pada akhirnya bisa menyebabkan komplikasi penyakit lain. Kekurangan zat besi berdampak buruk kepada sistem kekebalan tubuh manusia. Inilah yang membuat Anda lebih mudah terserang penyakit lainnya.

Anemia defisiensi besi juga bisa berakibat kepada terjadinya gagal jantung, yaitu saat kinerja jantung menurun dan tidak bisa memompa darah ke seluruh bagian tubuh dengan baik.

Bagi ibu hamil, anemia meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janinnya. Komplikasi yang bisa terjadi contohnya adalah keguguran, pertumbuhan janin yang lambat atau tidak normal dan lahir prematur.

Pengobatan

Mengonsumsi suplemen penambah zat besi dilakukan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh sebagai salah satu pengobatan anemia. Asupan zat besi melalui konsumsi makanan juga perlu ditingkatkan demi menjaga cadangan dan tingkat zat besi yang normal. Ada beberapa makanan sumber zat besi yang sangat bagus, contohnya :

• Hati ayam dan hati sapi.

• Kacang-kacangan, misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah.

• Tahu dan tempe.

• Boga bahari atau makanan laut seperti ikan, tiram dan kerang.

• Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan brokoli.

• Daging merah tanpa lemak seperti daging sapi dan kambing.

• Buah-buahan kering, misalnya kismis dan apricot.

Agar dapat memaksimalkan penyerapan zat besi, asupan vitamin C juga diperlukan. Konsumsi makanan yang tinggi zat besinya bersamaan dengan sumber vitamin C seperti jeruk, kiwi dan tomat.

Pada dasarnya, penyebab anemia bervariasi. Agar tidak berkembang menjadi kondisi kronis, penyebab utamanya perlu diketahui dan ditangani. Jika dibiarkan, anemia yang pada umumnya mudah ditangani, justru bisa berdampak jangka panjang pada tubuh penderitanya.

BACA JUGA : Anggur Merah Mencegah Kanker dan Darah Beku