Kolik pada Bayi dan Cara Mengatasinya

DokterSehat.Com – Bagi anda yang ingin membedakan tangisan bayi yang normal dan tanda adanya kolik maka perhatikan suara dan gerak tubuh bayi anda, menangis atau rewel paling sering dimulai tiba-tiba dan paling sering setelah menyusui.

5

Teriakan keras dan terus menerus berlangsung selama satu sampai empat jam, wajah bayi sering memerah karena tangisannya. Dalam keadaan tertentu bayi dapat mengalami perut buncit atau kembung, kaki bergantian antara tertekuk dan diperpanjang langsung keluar, kaki sering dingin dan tangan mengepal.

Umumnya dapat terjadi setiap saat, siang atau malam, biasanya dimulai pada sore hari atau malam hari. Ada beberapa bayi yang lebih rentan terhadap kolik infantil daripada bayi yang lainnya yaitu disaat orang tuanya memiliki riwayat kolik.

Kolik infantil biasanya dimulai sekitar 2 sampai 3 minggu usia bayi anda, mencapai puncaknya pada 2 bulan. Meskipun demikian untuk anda yang mengetahui kondisi yang buruk pada bayi anda akan mengalami rasa cemas dan takut untuk bertindak, banyak hal yang harus anda ketahui saat bayi anda kolik.

Penyebab kolik tidak diketahui dengan pasti, beberapa teori mengatakan :

  • Kolik disebabkan belum matangnya sistem pencernaan bayi useia di bawah tiga bulan, sehingga sebagian zat makanan tidak diserap.
  • Kolik disebabkan belum matangnya sistem susunan syaraf pusat sehingga bayi merespons secara berlebihan terhadap rangsangan dari luar.
  • Kolik disebabkan alergi terhadap susu sapi.

Tiap bayi memperlihatkan gejala kolik yang berbeda-beda, yang paling sering terjadi adalah :

  • Bayi menangis dengan tangisan yang keras dan terus menerus 1 – 3 jam, minimal 3 – 4 hari seminggu.
  • Bayi menangis kapan saja, tetapi lebih sering pada sore atau malam hari.
  • Wajah memerah saat menangis, kaki diangkat ke arah perut dan diregangkan dan kaki bayi terasa dingin saat diraba.
  • Tangan bayi dikepal, tidak mau minum susu, sulit tidur, sering mengangkat kepala, tungkai dan mengeluarkan gas, terlihat tidak nyaman dan tampak nyeri.

Karena penyebab kolik ini belum diketahui dengan pasti, maka belum ada cara yang paling efektif untuk mengatasi kolik.  Hal yang paling penting adalah memastikan tidak ada masalah kesehatan yang serius seperti infeksi saluran pencernaan, konstipasi, intoleransi lakstosa, alergi susu sapi, hernia, patah tulang, tadang THT dan lain-lain.

Baca Juga:  Resep Alami Yang Mengatasi Sembelit

Berikut ini adlah beberapa cara menenangkan bayi, namun perlu diingat bahwa cara yang berhasil diterapkan pada satu bayi belum tentu cocok untuk bayi lain.

  • Pastikan dulu tidak ada penyebab lain bayi menangis, misalnya lapar, haus, lelah, mengantuk, ingin dipeluk, kedinginan, kepanasan, atau nyeri.
  • Jika bayi mengkonsumsi ASI, sebaiknya Ibu bayi tidak mengkonsumsi dairy product, bawang merah, kubis, brokoli, makanan berbumbu, kafein, kacang merah dan makanan lain yang menghasilkan gas.
  • Jika bayi mendapatkan susu formula, konsultasikan dengan dokter, kemungkinan dokter akan menyarankan untuk mengganti susu dengan susu formula bebas laktosa atau rendah alergi, hindari menelan udara dari botol, jika bayi tampak kembung, sendawakan sesering mungkin.
  • Jangan memberi minum susu atau menyusui secara berlebihan.
  • Buat lingkungan bayi setenang mungkin, pencahayaan yang terang pada kamar bayi, hindarkan suara yang keras atau ribut.
  • Bungkus bayi dengan selimut, gendong serta ayun dengan perlahan.
  • Ajak bayi berjalan-jalan.
  • Mandikan bayi dengan air hangat, atau letakkan botol berisi air hangat di perut bayi, usap atau pijat perut bayi secara perlahan.
  • Beberapa bayi menyenangi suara ritmik, suara-suara tersebut bisa menenangkan bayi.
  • Selain itu berikan air gula pada bayi untuk mengurangi rasa nyeri.

Jika semua kebutuhan dasar bayi sudah terpenuhi dan bayi masih terus menangis, konsultasikan ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya masalah kesehatan yang menyebabkan bayi menangis.  Dokter akan merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasi kolik pada bayi yang mungkin bisa membantu.  Sering kali Orang Tua menemukan sendiri cara untuk menenangkan bayi kolik.

Apapun yang terjadi, harus diingat bahwa kolik hanya berlangsung sampai bayi berusia tiga sampai empat bulan.  setelah itu, bayi akan baik-baik saja karena kolik tidak memiliki efek jangka panjang.